Ilustrasi LRT Cawang. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Ilustrasi LRT Cawang. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

90 Ha Lahan TNI Dipakai untuk Infrastruktur

Ekonomi tni infrastruktur
Eko Nordiansyah • 25 Januari 2019 17:27
Jakarta: Pemerintah akan menggunakan sekitar 90 hektare (ha) lahan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk pembangunan infrastruktur. Lahan yang tersebar di sejumlah daerah akan terkena pembangunan mulai dari jalan tol, kereta cepat, hingga jalur light rail transit (LRT).
 
"Membahas lahan TNI yang kena infrastruktur. Tanah saja, tanah kita yang dipakai untuk proyek strategis nasional. Setuju lah untuk proyek," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang Sulaiman di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Adapun dari tanah milik TNI yang dilepas, pemerintah tidak memberikan kompensasi. Hanya saja nantinya akan diajukan penggantian tanah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan jumlah yang sama untuk TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, ataupun Angkatan Udara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data yang dihimpun sejumlah lokasi yang terkena proyek infrastruktur di antaranya adalah 48,5 hektare (ha) yang terletak di Kelurahan Jakasampurna, Bekasi milik Markas Besar (Mabes) TNI.
 
Selain itu ada 2.368 meter persegi untuk pembangunan jalan tol Kunciran-Serpong di Tangerang Selatan milik TNI AD dan 27.933 meter persegi di Jalan Kebon Rumput Cimahi milik Brigif 15 Kujang Kodam III Siliwangi untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
 
Ada pula tanah seluas 38.083 meter persegi untuk jalan tol Medan-Binjai, 83.111 meter persegi untuk jalan tol Cimanggis-Cibitung, serta 133 meter persegi untuk parkir Gedung Marina di Kelapa Gading Barat, yang seluruhnya milik TNI AL.
 
Sementara lahan TNI AU yang terpakai adalah 40.102 meter persegi di Boyolali untuk jalan tol Solo-Ngawi, 10.290 meter persegi di Jakarta timur untuk tol Bekasi-Cawang Kampung Melayu, serta 3.619 meter persegi di Jalan tol Jakarta-Cikampek untuk jalur LRT Cawang-Cikunir.
 
Di samping itu, 18,6 ha di komplek trikora dan eks Cipinang-Melayu untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Lanud Halim Perdanakusuma, 2.558 meter persegi di Denma Mabes AU Cikoko, dan 4.287 meter persegi di Pancoran yang digunakan untuk LRT Cawang-Kuningan Dukuh Atas.
 
Sedangkan di luar Pulau Jawa, ada 2.242 meter persegi untuk fly over simpang bandara Tanjung Siapi-api Palembang dan seluas 8.967 meter persegi digunakan stasiun dan jalur LRT bandara SMB II Jakabaring Palembang, milik TNI AU.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi