Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Prospek Kelapa Sawit Diprediksi Cerah Meski Ekspor Lesu

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit
Nia Deviyana • 25 November 2019 12:31
Jakarta: PT Palma Serasih Tbk optimistis prospek bisnis kelapa sawit ke depan akan cerah. Apalagi, pemerintah menggalakkan program campuran minyak nabati kelapa sawit sebagai bauran produk biodiesel. Setelah program biodiesel 20 (B20) tahun ini pemerintah bakal menerapkan B30 dan akan berlanjut hingga B100.
 
"Jadi meskipun ada isu ekspor akan menurun karena RED II, kita enggak masalah karena bisa memasok untuk kebutuhan dalam negeri," ujar Direktur Utama Palma Serasih Budiono Tanbun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Adapun Palma Serasih baru saja melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Emiten yang memiliki kode saham PGSO ini menjadi perusahaan tercatat ke-48 pada 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat pencatatan perdana, saham PSGO melebihi ketentuan presentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen, sehingga langsung terkena penolakan automatis (auto rejection). Saat pencatatan perdana sama PSGO tercatat naik 69,52 persen atau 73 poin dari harga penawaran.
 
Palma Serasih menawarkan saham dengan harga IPO Rp105 per saham, dan melepas sebanyak 2,85 miliar saham.
 
Budiono menuturkan dana hasil IPO akan digunakan untuk peningkatan setoran modal di entitas anak agar dapat melakukan ekspansi usaha. Rinciannya, capex atau belanja modal sebesar 43,66 persen, modal kerja sebesar 29,76 persen, tambahan dana pembangunan pabrik kelapa sawit sebesar 14,15 persen, dan capex nontanaman sebesar 12,44 persen.
 
Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan penanaman dengan total kurang lebih 14.400 hektare (ha) (inti dan plasma). Perusahaan juga telah mengoperasikan lima entitas anak dengan luas lahan yang dimiliki sebesar kurang lebih 80.900 ha dan area tanam seluas kurang lebih 31 ribu ha.
 
"Dengan IPO, PT Palma Serasih Tbk berharap dapat terus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, khususnya sektor kelapa sawit," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif