MI/Rommy Pujianto
MI/Rommy Pujianto

Indonesia Kekurangan Pemulia Tanaman

Ekonomi pertanian berita kementan
Ilham wibowo • 18 Desember 2019 15:25
Jakarta: Peningkatan kualitas dan produksi pertanian perlu terus didorong dengan hadirnya varietas tanaman baru. Sayangnya, Indonesia masih kekurangan pemulia tanaman.
 
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Erizal Jamal memaparkan sejak 2000, negara telah memberikan mekanisme Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) yang setara dengan paten. Hak kekayaan intelektual melalui Undang-Undang Nomor 29/2000 yang menjamin perlindungan hukum bagi para pemulia dalam menghasilkan varietas tanaman.
 
Setelah hampir dua dekade, sistem perlindungan varietas tanaman telah berjalan cukup efektif dengan masuknya permohonan hak PVT sebanyak 752 permohonan dan menerbitkan sertifikat hak PVT untuk 472 varietas. Varietas-varietas tersebut berpotensi menjawab kebutuhan benih dalam negeri dan dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pusat PVT terus mengerahkan upaya guna peningkatan jumlah varietas yang dilindungi tersebut," kata Erizal di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Desember 2019.
 
Ia menyebut, kunci bagi peningkatan jumlah yarietas yang didaftarkan hak PVT-nya yakni dengan semakin banyak kegiatan pemuliaan yang dilakukan oleh para pemulia tanaman. Saat ini, menurut Erizal, dari sisi jumlah hak PVT yang diterbitkan Indonesia masih kalah dengan Vietnam yang jumlah permohonan hak PVT-nya telah mencapai 1.400.
 
"Dibandingkan dengan Tiongkok dan Belanda jumlah Hak PVT yang diterbitkan mereka jauh Iebih besar lagi dan itu didukung oleh jumlah pemulia tanaman yang memadai," ungkapnya.
 
Adapun Indonesia saat ini jumlah pemulianya hanya ada sekitar 700 orang dan yang aktif melakukan kegiatan pemuliaan hanya sekitar 250. Idealnya untuk setiap 5.000 petani ada satu pemulia tanaman,
 
"Dengan jumlah petani kta sekitar 35 juta orang harusnya kita punya pemulia sekitar 7.000 orang," tuturnya.
 
Ke depan, universitas yang mempunyai fakultas pertanian diharapkan terus mengembangkan program studi pemuliaan. Hal ini penting, kata Erizal, karena program studi pemuliaan sudah semakin jarang dikembangkan di berbagai universitas dan mahasiswa yang mendalami bidang ini semakin Iangka.
 
"Agar industri benih dalam negeri mampu bersaing secara global, maka ke depan kita harus didukung oleh kehadiran para pemulia yang handal secara memadai," pungkasnya.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif