NEWSTICKER
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kementerian Perindustrian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kementerian Perindustrian

Airlangga Kritik Penurunan Bunga Kredit Perbankan Lamban

Ekonomi perbankan suku bunga
Desi Angriani • 20 Desember 2019 20:52
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengkritik lambannya transmisi penurunan bunga kredit perbankan. Padahal, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah turun sebanyak empat kali atau sebesar 100 basis poin tahun ini.
 
"Nah, ini salah satu persoalan dan kami sudah sampaikan kepada OJK agar transmisinya dipercepat," katanya dalam diskusi bersama wartawan di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.
 
Airlangga menuturkan rata-rata bunga korporasi masih 10,7 persen. Artinya penurunan bunga acuan belum memberikan dampak siginifikan terhadap pertumbuhan kredit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi spread lima persen sampai 10,7 persen itu tidak mendorong kredit ini tumbuh," ungkap dia.
 
Karena itu, pemerintah memberikan sinyal penurunan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari tujuh persen menjadi enam persen demi memperluas akses pendanaan bagi masyarakat.
 
Subsidi yang diberikan pemerintah selama ini dinilai belum cukup untuk mendorong penyaluran KUR. Hingga akhir Agustus 2019, penyaluran KUR baru mencapai 72,65 persen atau sebesar Rp101 triliun dari target Rp140 triliun.
 
"Memang terkait dengan apa yang terjadi di global wait and see, tapi kami melihat Indonesia dengan domestik marketnya bisa didorong lagi untuk produk yang basisnya domestik," pungkas dia.
 
Hingga November 2019, suku bunga acuan BI tercatat turun empat kali sebesar 100 basis poin menjadi lima persen. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia kemarin, bank sentral tetap mempertahankan suku bunga acuan di level lima persen.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif