Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Penyederhanaan Cukai Rokok

Ekonomi cukai tembakau
Husen Miftahudin • 22 Agustus 2019 15:27
Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo keberatan atas kebijakan penyederhanaan (simplifikasi) tarif cukai rokok. Andreas meminta pemerintah mengkaji kembali rencana tersebut.
 
Andreas menilai penerapan kebijakan penyederhanaan tarif cukai ini bakal berdampak langsung terhadap pendapatan petani tembakau, serta industri hasil tembakau (IHT) tingkat menengah, dan kecil.
 
"Menjadi konsen kita ketika pemerintah mengeluarkan simplifikasi tarif cukai, karena memberikan dampak serius terhadap IHT dan petani penghasil tembakau," ujar Andreas dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andreas mencontohkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sangat tergantung pada industri pengolahan, dan sektor pertanian. Sebab, 47 persen hasil tani di Jawa Timur adalah tembakau.
 
Apabila simplifikasi tarif cukai ini diterapkan, menurut Andreas, akan berpengaruh terhadap lapangan pekerjaan, dan penyerapan hasil tambakau dari petani.
 
"Kami berharap pemerintah dan stakeholder terkait bisa duduk bersama dalam menentukan tarif cukai, agar kebijakan yang dikeluarkan tidak berdampak buruk kepada satu pihak," ucapnya.
 
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda, berpendapat rencana penyederhanaan tarif cukai dapat berdampak signifikan terhadap keberlangsungan IHT, khususnya bagi industri menengah dan kecil.
 
Candra menegaskan penggabungan kuota produksi dan penyederhanaan struktur tarif cukai membawa industri rokok kian terpuruk, dan hanya memberikan keuntungan kepada satu perusahaan besar.
 
"Kami berharap agar pemerintah bersedia untuk menerima masukan-masukan dari semua pemangku kepentingan, mengenai rencana simplifikasi ini agar didapat hasil yang transparan dan terbuka untuk semua pihak," pungkasnya.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif