Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: MI/PIUS ERLANGGA

Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh Berkualitas

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Antara • 09 November 2019 09:38
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kinerja perekonomian Indonesia masih tumbuh berkualitas, meski melambat pada triwulan III-2019. Pemerintah siap menyelesaikan sejumlah persoalan yang ada guna memaksimalkan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
"Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di ASEAN di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura," kata Airlangga, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu, 9 November 2019.
 
Airlangga mengatakan perlambatan pada triwulan III-2019 tidak terlalu memengaruhi kinerja perekonomian nasional yang sepanjang tahun ini mengalami tantangan dari kondisi global. Ia menambahkan fenomena tren perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dialami oleh Indonesia, namun sebagian besar negara di dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2019 cukup baik secara fundamental karena banyak negara justru mengalami perlambatan ekonomi yang lebih dalam, misalnya, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Uni Eropa," ujarnya.
 
Menurut dia salah satu sisi positif dari kinerja perekonomian ini adalah menurunnya tingkat pengangguran terbuka yang berarti pertumbuhan ekonomi telah memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
 
"Perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh berkualitas dan stabil melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat," tuturnya.
 
Untuk mempertahankan momentum ini, Airlangga memastikan, pemerintah akan memperkuat kondisi domestik agar kegiatan ekonomi dalam negeri tidak rentan terhadap tekanan eksternal.
 
"Pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan melalui debottlenecking perizinan melalui omnibus cipta kerja, penyusunan prioritas investasi dan menyiapkan kartu prakerja agar tenaga kerja lebih terampil untuk mengisi tantangan investasi," ucapnya.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2019 sebesar 5,02 persen atau melambat dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif