IHSG. Dok: MI/Panca S.
IHSG. Dok: MI/Panca S.

Perang Dagang Hantam IHSG

Ekonomi Perang dagang
Desi Angriani • 23 Mei 2019 20:39
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 7,9 persen akibat ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. IHSG pada April pernah di level tertinggi 6.045 lalu jeblok ke level 5.939 Selasa kemarin.
 
"Selama Mei penurunan cukup dalam karena trade war minusnya 7,9 persen," ujarnya dalam jumpa pers KSSK, di Aula Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Menurutnya, selain perang dagang, situasi global lainnya juga menimbulkan sentimen negatif terhadap negara emerging market lainnya seperti, perlambatan ekonomi global hingga konflik geopolitik AS-Iran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemarin karena ada situasi global yang menimbulkan sentimen negatif ke Indonesia dan emerging market lainnya turun secara gradual," ungkap dia.
 
Namun demikian, dampak yang ditimbulkan kata Wimboh bersifat sementara. Sementara secara domestik dipengaruhi kinerja keuangan emiten dan kondisi politik dalam negeri.
 
"Kalau disimpan di luar kan duitnya kecil jadi enggak akan lama," tambahnya.
 
Terkait kerusuhan 22 Mei kemarin, Wimboh menilai tak berdampak signifikan terhadap penurunan IHSG. Bahkan pasc aaksi tersebut IHSG pada penutupan perdagangan Kamis, 23 Mei 2019, menghijau ke level 6.032 dengan naik 93 poin.
 
Volume perdagangan tercatat sebanyak 8,9 miliar lembar saham senilai Rp5,9 triliun. Sebanyak 318 saham naik, 150 saham turun, dan 125 saham tak bergerak. Sektor keuangan terpantau naik paling tinggi.
 
"Ini sementara bahkan kalau dua hari terakhir tak ada penurunan yang signifikan. Malah hari ini menguat kita lihat ini menjadi naik 1,5 persen per siang ini, semoga ini tanda yang bagus," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif