Ilustrasi daya beli masyarakat. Foto : MI/Yuniar.
Ilustrasi daya beli masyarakat. Foto : MI/Yuniar.

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Percepat Belanja Negara

Ekonomi daya beli masyarakat
Nia Deviyana • 26 November 2019 18:11
Jakarta: Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mengatakan pemerintah mempercepat belanja negara dan belanja daerah untuk menyokong konsumsi masyarakat pada triwulan I-2020. Termasuk dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menerangkan konsumsi dan daya beli masyarakat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Jadi sebelum turun daya beli mereka, kita kasih duluan di depan untuk mempercepat penyaluran. Begitu juga saat Presiden (Joko Widodo) ketika kasih Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), dia bilang, sudah bisa mulai tender atau diproses," ujarnya usai mengisi diskusi di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, 26 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iskandar berharap kebijakan fiskal tersebut akan membuat pertumbuhan ekonomi bisa terjaga di angka 5,3 persen pada 2020. Selanjutnya, dia meminta Kementerian atau Lembaga (K/L) sudah bersiap melakukan proses pengeluaran anggaran sejak Desember 2019.
 
"Kalau kita sudah siap di akhir tahun, berarti di awal tahun kita sudah bisa menyalurkannya. Itu salah satu strategi pemerintah untuk mendorong konsumsi khususnya yang 40 persen bawah itu supaya tidak turun," katanya.
 
Adapun konsumsi masyarakat menyumbang 56,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kontribusi konsumsi yang terbilang tinggi harus dipertahankan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian.
 
Selebihnya, perekonomian Indonesia disokong komponen pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) sebesar 32,32 persen. Kemudian komponen ekspor barang dan jasa sebesar 18,75 persen, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) sebesar 8,36 persen, komponen perubahan inventori sebesar 1,52 persen, dan komponen pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 1,25 persen. Sementara komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 18,81 persen.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif