Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Kenaikan Ekspor Juli Belum Menggembirakan

Ekonomi ekspor
Eko Nordiansyah • 15 Agustus 2019 16:25
Jakarta: Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu menyebut kenaikan ekspor pada Juli 2019 belum menggembirakan. Apalagi kenaikan ekspor hanya terjadi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tetapi tidak terhadap periode yang sama tahun lalu.
 
"Itu kan month to month tapi year on year-nya negatif. Karena kalau kita pertumbuhan PDB yang masuk ke PDB itu ekspornya," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama periode Juli 2019 ekspor Indonesia sebesar USD15,45 miliar atau naik 31,02 persen dibanding Juni 2019. Sementara jika dibanding Juli 2018, ekspor Indonesia mengalami penurunan 5,12 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan melambatnya ekspor ini memengaruhi revisi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari target sebelumnya. Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi 2019 ditargetkan 5,3 persen, maka sekarang targetnya 5,2 persen.
 
"Kenapa (pertumbuhan ekonomi direvisi)? karena melemahnya ekspor. Ini memang berat tapi dibandingkan negara lain kita masih bagus 5,1 sampai 5,2 persen," jelas dia.
 
Dirinya berharap pemerintah bisa menjaga agar defisit neraca perdagangan tidak melebar. Secara kumulatif Januari-Juli 2019, neraca perdagangan defisit USD1,90 miliar menipis dibanding periode sama 2018 yang defisit USD3,2 miliar.
 
"Itu kan berat karena harga komoditas belum recover baik batubara apalagi CPO. Tentu kita berharap nonmigas non-CPO non-coal itu masih berat recover-nya dan itu untuk jangka panjang," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif