Manfaatkan Uang THR sebagai Awal Berinvestasi
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Tidak terasa saat ini sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan. Selain memperkuat ibadah tentunya persiapan menyambut Idulfitri sudah dilakukan. Salah satu yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja adalah Tunjangan Hari Raya (THR). Meski mendapat THR, tidak ada salahnya digunakan untuk hal yang lebih produktif.

Mengutip laman resmi sikapiuangmu milik OJK, Sabtu, 9 Juni 2018, alokasi dana tersebut harus dilakukan agar THR yang diterima benar-benar memberikan manfaat positif sehingga tujuan finansial tercapai dengan baik. Berikut empat alokasi dana yang harus dilakukan ketika menerima THR.

Pertama, sejak awal diterima sebaiknya langsung menggunakan THR untuk melunasi utang dan cicilan. Kedua, sisihkan minimal 20 persen untuk tabungan dan investasi. Ketiga, belanja kebutuhan pokok untuk hari raya termasuk kebutuhan untuk mudik. Keempat, sisanya baru digunakan untuk kebutuhan tambahan di hari raya seperti baju baru, dan lain-lain.

Tentunya kewajiban zakat dan sedekah harus sudah dipenuhi sebelum mengalokasikan dana THR ini untuk hal-hal lain. Kemudian, ketika sudah berhasil menerapkan pola tersebut maka sekarang saatnya mulai memikirkan untuk mengalokasikan dana tabungan dan investasi dari THR ke produk-produk keuangan yang tersedia.



Tidak ada salahnya hal itu dilakukan karena apabila berlarut-larut tidak ditabung atau investasi, bisa-bisa uang tersebut juga tidak jelas berakhir di mana. Bagi masyarakat yang sebelumnya belum pernah berinvestasi atau penggunaan produk keuangannya terbatas hanya di tabungan saja, tidak ada salahnya mulai melirik produk-produk keuangan lainnya.

1. Deposito
Deposito adalah instrumen keuangan yang cocok bagi yang ingin berinvestasi di produk keuangan dengan risiko rendah. Deposito merupakan salah satu produk penyimpanan uang di bank dengan sistem setoran dan juga penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu. Kelebihan utama dari memiliki deposito adalah tingkat suku bunga bank yang diberikan lebih besar.

2. Reksa dana
Bagi seseorang yang tertarik untuk berinvestasi di pasar modal namun belum memiliki keahlian yang cukup, dapat memulai investasi melalui reksa dana. Dalam skema investasi reksa dana akan ada Manajer Investasi (MI) yang mengatur ke mana uang akan diinvestasikan.



Dengan investasi di reksa dana, risiko investasi akan disebar ke berbagai produk/instrumen sehingga risikonya menjadi lebih rendah. Besaran imbal hasil pun akan mengikuti produk reksa dana yang dipilih. Saat ini, seseorang sudah bisa memiliki rekening reksa dana dengan modal awal Rp100 ribu.

3. Investasi logam mulia atau emas
Investasi logam mulia/emas menjadi salah satu alternatif yang cukup ramai digemari oleh masyarakat saat ini. Kini seseorang tidak lagi membutuhkan modal besar semenjak hadirnya produk tabungan emas dan pembiayaan emas.

Berinvestasi emas merupakan salah satu pilihan investasi yang aman dan menguntungkan, juga dalam jangka panjang harganya cenderung meningkat. Selain itu emas juga sangat mudah untuk diuangkan ketika kamu membutuhkan uang dana untuk keperluan mendesak.

4. Investasi di Fintech Peer to Peer Lending (P2P lending)
Dalam P2P lending, perusahaan fintech menghubungkan dua pihak yaitu peminjam (borrower) dan penyedia dana (investor). Seseorang dapat memanfaatkan P2P lending ini sebagai sarana untuk menambah penghasilan dengan menjadi investor. Menjadi investor di P2P lending cukup praktis khususnya bagi mereka yang terbiasa dengan pemanfaatan teknologi.  Namun harus diperhatikan dengan baik bahwa P2P lending yang dipilih harus yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

 



(ABD)