Kuartal III-2018

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp140,94 Triliun

Eko Nordiansyah 07 Desember 2018 19:13 WIB
asuransi jiwa
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp140,94 Triliun
Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono (tengah). (FOTO: dok AAJI)
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi asuransi jiwa hingga kuartal III-2018 mencapai Rp140,94 triliun. Pendapatan kuartal kemarin mengalami peningkatan sebesar 1,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp139,27 triliun.

"Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 94 persen," ujar Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Dirinya menambahkan, pertumbuhan total pendapatan (income) industri asuransi jiwa pada kuartal III-2018 tercatat mencapai Rp149,87 triliun. Pertumbuhan pendapatan mengalami perlambatan 15,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 sebesar Rp177,42 triliun.

Walaupun total pendapatan industri asuransi jiwa mencatat perlambatan, namun pertumbuhan premi dan total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat masing?masing 1,2 persen dan 6,7 persen, yang memberikan gambaran kinerja industri asuransi jiwa yang tetap tumbuh sampai dengan kuartal III-2018.

Sementara itu, pendapatan premi asuransi jiwa didorong oleh pertumbuhan premi bisnis baru 6,4 persen menjadi Rp89,58 triliun dan berkontribusi sebesar 63,6 persen. Pendapatan ini lebih besar dibandingkan kontribusi total premi lanjutan yang turun 6,8 persen menjadi Rp51,36 triliun, dan berkontribusi sebesar 36,4 persen.

"Produk unit link masih mendorong pertumbuhan total pendapatan premi dengan kontribusi sebesar 58,4 persen dan produk tradisional menyumbang sebesar 41,6 persen," jelas dia.

Premi dari saluran distribusi keagenan turut mengalami pertumbuhan sebesar 6,2 persen dibanding periode yang sama di 2017 dan memiliki kontribusi terhadap total premi sebesar 39,7 persen. Selanjutnya, dari saluran distribusi alternatif juga mengalami peningkatan sebesar 2,5 persen yang berkontribusi sebesar 18,3 persen terhadap total premi di kuartal III-2018.

Total Investasi pada kuartal ketiga 2018, mengalami perlambatan 0,02 persen menjadi Rp457,55 triliun dibandingkan dengan periode yang sama di 2017. Penurunan tersebut sehubungan dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif. Namun demikian, Total Investasi tetap mengalami kenaikan sebesar 2,6 persen dibanding kuartal kedua 2018.

Instrumen investasi dalam bentuk reksadana tetap menjadi kontributor tertinggi yaitu sebesar 33,3 persen dari total investasi industri asuransi jiwa di Indonesia. Disusul instrumen investasi dari Saham dengan kontribusi terhadap Total Investasi sebesar 32,4 persen dan mengalami kenaikan sebesar 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Industri asuransi jiwa terus tumbuh dan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Industri Asuransi Jiwa juga mengalami perkembangan yang progresif, dan terus meningkatkan pelayanan kepada para nasabah," pungkasnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id