Pengusaha Singapura Masih Tertarik Berbisnis di Indonesia
Kunjungan Indonesian Business Centre (IBC) ke Media Group. Medcom/SAW.
Jakarta : Perusahaan asal singapura masih optimistis dengan perekonomian indonesia. Selain fundamental perekonomian yang masih baik, masifnya kemudahan berbisnis di indonesa membuat minat untuk berinvestasi di Indonesia semakin tumbuh.

Setyadi Ongkowidjaja, Chairman dan Penasehat Indonesian Business Centre (IBC) menuturkan negara singapura dan Asia tampak tertarik berinvestasi di Indonesia. Berbagai sektor yang sedang dibidik adalah tekstil, keuangan serta tanaman-tanaman.

"Produk itu dibeli dari Indonesia dan kemudian akan dijual lagi ke pasar eropa atau singapura" jelas dia ketika berkunjung ke Media Grup, Senin 22 Oktober 2018.

Beberapa investor sudah masuk dalam investasi di perkotaan seperti kendal industrial estate yang baru dibuka untuk memasukan Industri-industri ke Semarang. Untuk investasi di sektor infrastruktur pengusaha singapura membidik real estate, sektor pendidikan serta rumah sakit.

Dia yakin potensi masuknya investor singapura ke indonesia semakin besar dengan perkembangan ekonomi kedua negara yang terus berkembang.  "Kita lihat perkembangan Indonesia cukup positif. Kita lihat banyak peluang orang-orang  Singapura bisa masuk ke indonesia," kata dia.

Dia menambahkan bahwa salah satu penyebab ketertarikan investasi adalah penyerderhanaan peraturan  yang akan sangat membantu pebisnis dari Singapura. "Karena yang ditakutkan adalah perizinan lama, berbelit dan biaya yang tinggi. Kita lihat udah banyak perubahan positif," kata dia.

Namun yang perlu diperhatikan Pengusaha Singapura juga menyoroti kualitas dari produk-produk indonesia yang akan dijual di pasar global. Ada beberapa produk yang memenuhi standar kualitas mereka dan ada yang masih dibawah.

"Yang perlu ditingkatkan adalah standar quality control," pungkas dia.

Sementara Christine Ong Kiat Neo Direktur Kris Peranakan Enterprise menjelaskan bahwa dia masih kesulitan mencari supplier batik dari indonesia. Padahal dia membutuhkan pasokan batik untuk di jual di negaranya dan pasar eropa.

"Saya masih belum dapat supplier batik, namun selama ini saya sudah jualan Kebaya di Singapura," kata dia.

Pengusaha lainnya berbicara mengenai potensi dari pengeloaan lingkungan di indonesia dia mengatakan bahwa akan mengembangkan perkembangan lingkungan di indonesia. Dia sudah memiliki bisnis yang berbasiskan pengelolaan ekosistem laut dan sungai.

"Saya punya alat yang bersihkan sungai citareum, ini lebih bermanfaat ketimbang jualan spare part," kata Chua Yew Hin, Managing Director Airport Asia PTE Ltd.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id