2019, BI Perkirakan Ekonomi Papua Terganggu Kinerja Freeport

01 November 2018 16:04 WIB
bank indonesiafreeport
2019, BI Perkirakan Ekonomi Papua Terganggu Kinerja Freeport
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jayapura: Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Papua akan terganggu kinerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang akan menutup operasi tambang terbuka (grasberg) dan hanya bergantung pada tambang bawah tanah.

"Pada 2019, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita (Papua) akan ada pertumbuhan minus untuk Papua. Akan tetapi sekali lagi, hal itu dipengaruhi karena adanya peralihan dari tambang terbuka menjadi tambang bawah tanah di Freport," ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Papua Joko Supratikto, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 1 November 2018.

Ia menyebut masih tingginya ketergantungan Papua terhadap sektor tambang yang mayoritasnya berasal dari produksi PTFI akan sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua.

Ekonomi Papua triwulan II-2018 dibandingkan dengan triwulan II-2017 (y-on-y) tumbuh 24,68 persen dan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 56,03 persen. Namun, ia meyakini, pertumbuhan ekonomi dari sektor non tambang akan lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Kami tetap optimistis sektor non tambang itu akan tetap bertumbuh rata-rata 6,8 hingga 6,9 persen di 2019. Hanya saja, jika kita melihat secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi kita itu akan sedikit minus," kata dia.

Joko memastikan BI akan berusaha agar sektor non tambang bisa meminimalisir ketergantungan Papua terhadap sektor pertambangan, terutama dari sektor kontruksi.

Adapun PTFI sempat menyatakan akibat penutupan tambang terbuka akan ada penurunan produksi tambang penghasil emas dan tembaga pada tiga tahun mendatang karena tambang bawah tanah belum beroperasi secara maksimal.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id