Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

KKP Tangkap Kapal Perikanan Berbendera Malaysia

Ekonomi perikanan kelautan dan perikanan
29 April 2019 11:03
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap kapal perikanan berbendera Malaysia yang mencari ikan di wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan. kapal berbendera Malaysia tersebut ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711 Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau.
 
"Penangkapan KIA Malaysia KM. JHFA 299 TU1 (35.02 GT) dilakukan dalam operasi pengawasan yang dilaksanakan oleh KP Orca 01 dengan Nakhoda Priyo Kurniawan," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman, seperti dikutip dari Antara, Senin, 29 April 2019.
 
Saat ditangkap, kapal Malaysia yang berbobot sekitar 35 Gross Tonnage (GT) tersebut diawaki oleh satu orang berkewarganegaraan Laos. Agus mengungkapkan bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh kapal Malaysia itu adalah melakukan kegiatan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.
 
Kapal dikawal dan telah tiba di Pangkalan PSDKP pada 28 April 2019. Selanjutnya akan dilakukan penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Pangkalan PSDKP Batam. "Sejak Januari hingga April 2019, KKP berhasil menangkap 29 kapal perikanan asing ilegal, terdiri 15 kapal bendera Vietnam dan 14 kapal bendera Malaysia," kata Agus Suherman.
 
Dalam penggeledahan lanjutan saat KM. JHFA 299 TU1 tiba di Pangkalan PSDKP Batam, petugas menemukan adanya enam bungkusan narkoba berjenis sabu beserta alat penghisapnya. Untuk sementara, lanjut Agus, barang bukti narkoba tersebut diamankan di kantor Pangkalan PSDKP Batam.
 
Selanjutnya Pangkalan PSDKP akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau serta Polda Kepulauan Riau untuk penanganan dan pendalaman temuan narkoba di atas kapal KM JHFA 299 TU1.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif