Illustrasi. MI/Ramdani.
Illustrasi. MI/Ramdani.

Darmin Bantah Necara Perdagangan 2018 Terparah Sepanjang Sejarah

Ekonomi neraca perdagangan indonesia ekonomi indonesia
Desi Angriani • 09 Januari 2019 15:52
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution membantah kabar mengenai angka neraca perdagangan Indonesia 2018 terparah sepanjang sejarah. Pasalnya, hingga kini Badan Pusat Statisik (BPS) masih belum merilis angka defisit perdagangan. 

"Memang sudah keluar? Jangan dibesar-besarkan," ujar Darmin saat dikonfirmasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Darmin menuturkan neraca perdagangan Indonesia pada 2015 sempat mencatatkan surplus sebesar USD7,52 miliar. Begitu pula dengan neraca perdagangan 2017 juga mencatatkan surplus sebesar USD11,84 miliar. 
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Di sisi lain, katanya defisit neraca transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) triwulan III-2018 masih sebesar USD8,8 miliar atau 3,37 persen. Artinya, angka defisit neraca perdagangan belum memperburuk pelebaran CAD. "Kamu tahu berapa angka defisit transaksi berjalan? Jangan dibesar-besarkan," tegas Darmin.

Sementara itu, ekonom Faisal Basri mengungkapkan sejak merdeka Indonesia telah mengalami tujuh kali defisit neraca perdagangan. Namun defisit terparah terjadi pada 2018 yang sebesar USD7,5 miliar.

"Sejak Merdeka defisit perdagangan hanya tujuh kali. Pada 2018 defisit perdagangan terburuk sepanjang sejarah," cuit Faisal dalam akun twitternya @FaisalBasri pada Rabu 9 Januari 2019.

Namun demikian, ia menilai pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam  menekan defisit perdagangan. Salah satunya melalui kebijakan perluasan mandatori biodiesel B20 hingga kebijakan mengurangi impor pangan.

"Segala upaya telah dilakukan pemerintah untuk menekan defisit perdagangan, kecuali memerangi praktik perburuan rente dan memecat Menteri Perdagangan," tambahnya. 

Berdasarkan data yang dibagikan Faisal dalam akun twitternya, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebesar USD0,1 miliar pada 1945 dan USD0,01 miliar pada 1952. Pada 1961 defisit perdagangan Indonesia serupa dengan 1952 yang sebesar USD0,01 miliar. 

Selanjutnya, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebanyak tiga kali secara beruntun pada 2012-2014 yang dipicu oleh defisitnya neraca perdagangan migas, yakni masing-masing USD1,66 miliar, USD4,1 miliar dan USD2,20 miliar. Sayangnya defisit perdagangan makin melebar hingga mencapai USD7,5 miliar pada 2018. 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi