Kepala BPS Suhariyanto (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Kepala BPS Suhariyanto (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

BPS: Nilai Ekspor Turun 10,80%

Ekonomi ekspor bps neraca perdagangan indonesia
Ilham wibowo • 15 Mei 2019 12:16
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia pada April 2019 berada pada angka merah. Penurunan terjadi sebesar 10,80 persen dibanding bulan sebelumnya.
 
Kepala BPS Suhariyanto memaparkan penurunan ekspor April 2019 disebabkan oleh pelemahan ekspor nonmigas sebesar 8,68 persen (m to m) dari USD12,98 miliar menjadi USD11,86 miliar. Kondisi serupa terjadi pada ekspor migas yang tercatat turun 34,95 persen dari USD1,37 miliar menjadi USD0,74 miliar.
 
Grafik penurunan juga terjadi secara year to year sebesar 13,10 persen. Pada April 2018, ekspor nonmigas tercatat sebesar USD13,32 miliar dan ekspor migas sebesar USD1,18 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nilai ekspor April 2019 mencapai USD12,60 miliar, turun 10,80 persen dibanding Maret 2019 demikian juga dibandingkan April 2019 menurun 13,10 persen," ujar Suhariyanto di gedung BPS, Jalan dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Ia memaparkan secara kumulatif nilai ekspor Indoensia Januari-April 2019 mencapai USD53,20 miliar atau menurun 9,39 persen dibanding periode yang sama di 2018. Demikian pula angka kumulatif pada ekspor nonmigas yang mencapai USD48,98 miliar atau menurutnya 8,54 persen.
 
"Dari sisi volume ekspor Indoensia April 2019 menurun 9,82 persen dibanding Maret 2019 yang disebabkan penurunan volume ekspor nonmigas 8,64 persen dan migas 36,71 persen," paparnya.
 
Penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2019 terhadap Maret 2019 terjadi pada perhiasan/permata sebesar USD339,2 juta (54,28 persen). Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar USD72,4 juta (15,10 persen).
 
"Selama Januari-April 2019, ekspor dari 10 golongan barang HS2 digit memberikan kontribusi 51,75 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut turun 9,61 persen terhadap periode yang sama 2018," ucapnya.
 
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari-April 2019 turun 7,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor hasil tambang dan Iainnya turun 12,26 persen sedangkan ekspor hasil pertanian turun 3,29 persen.
 
Ekspor nonmigas April 2019 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD2,04 miliar, disusul Amerika Serikat USD138 miliar dan Jepang USD1,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,65 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar USD1,16 miliar.
 
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-April 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD9,69 miliar (18,22 persen), diikuti Jawa Timur USD6,14 miliar (11,53 persen) dan Kalimantan Timur USD5,55 miliar (10,43 persen).
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif