Pemerintah musnahkan hasil pengawasan barang senilai Rp99 miliar. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Pemerintah musnahkan hasil pengawasan barang senilai Rp99 miliar. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Pemerintah Musnahkan Hasil Pengawasan Barang Senilai Rp99 Miliar

Ekonomi kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 24 Januari 2019 13:46
Jakarta: Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) menggelar pemusnahan barang hasil pengawasan barang beredar yang telah dilakukan pada 2018. Keseluruhan barang tercatat senilai Rp99 miliar.
 
Pemusnahan barang tersebut dilakukan di Lapangan Parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta. Turut hadir dan menyaksikan yakni perwakilan dari Polri, Badan lntelijen Negara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (DPOM), dan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
 
"Pemusnahan barang yang dilakukan hari ini merupakan pemusnahan barang secara simbolis dari hasil pengawasan barang beredar yang telah dilakukan pada 2018. Semua jenis barang ini sudah dilakukan pemusnahan oleh pelaku usaha dan yang ada di Kemendag ini sebagian dari produk tersebut," ucap Direktur Jenderal PKTN Veri Anggriono dalam paparannya, di Lapangan Parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Veri menjelaskan, sepanjang 2018 Ditjen PKTN telah melakukan pengawasan terhadap 6.803 jenis produk. Petugas di bawah lapangan menyita barang yang tidak sesuai dengan ketentuan pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib.
 
Barang tersebut yakni lampu luminer sebanyak 1.728 buah, mainan anak sebanyak 294.356, kipas angin sebanyak 147 unit dan kaca cermin sebanyak 63.284 lembar. Selain itu, petugas juga menyita baja Iembaran Iapis seng (BjLS) impor sebanyak 36.197 lembar, serta baja tulangan beton (BjTB) yang tak sesuai standar sebanyak 2.401.050 batang.
 
Pemerintah Musnahkan Hasil Pengawasan Barang Senilai Rp99 Miliar
Pemerintah musnahkan hasil pengawasan barang senilai Rp99 miliar. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
 
Pada tahun yang sama Ditjen PKTN juga melakukan uji petik terhadap 85 jenis produk dari 69 merek dan terdapat 561 produk dari tujuh merek yang tidak sesuai persyaratan mutu SNI. Adapun rincian barang tersebut meliputi 179 buah sepatu pengaman, 256 buah ban dalam kendaraan bermotor serta 124 buah pompa air.
 
"Kalau dihitung nilai bersama besi baja yang besar jumlahnya hampir Rp99 miliar, itu dari Tiongkok sebagian besar. Selain dari impor juga ada dari dalam negeri," ungkapnya.
 
Selain produk tersebut, terdapat jenis produk yang masih dalam proses penarikan untuk kemudian dilakukan pemusnahan. Ada dua produk yakni baterai primer dan mainan anak.
 
Dengan semakin meningkatnya transaksi perdagangan arus jumlah barang yang beredar di pasar dalam negeri baik yang berasal dari kegiatan impor itu pun barang yang diproduksi didalam negeri juga meningkat. Veri memastikan pihaknya bakal mengawasi dengar ketat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
 
"Dalam upaya memberikan perlindungan kepada konsumen, maka pemerintah melaksanakan pengawasan yang lebih ketat salah satunya terhadap barang asal impor," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif