Proyek KEIT Bekapur Dinilai Kurangi Beban Pelabuhan
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (MI/Marcel Kelen)
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku progress pembangunan Kawasan Ekonomi dan Industri Terpadu Karawang-Bekasi-Purwakarta (KEIT Bekapur) siap di bawa ke tahap rapat terbatas (ratas) Bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi ini adalah salah satu proyek strategis nasional. Kita kerja sama juga sama Kadin untuk buat studinya. Sekarang sudah final, dan siap kita bawa ke ratas," ujar Luhut, saat ditemui di Kantor Kemenko Maritim, Jumat, 30 November 2018.

Proyek ini mengintegrasikan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati. Pelabuhan Patimban, kata Luhut, akan difokuskan untuk mengurangi beban kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok sehingga biaya yang dikeluarkan lebih efisien.

"Tanjung Priok nantinya akan mengurus wilayah selatan saja, sementara Pelabuhan Cilegon akan menangani industri di sekitar Banten. Ini pengaruhnya besar, salah satu capaian strategis yang luar biasa," klaim dia.

Adapun setelah resmi beroperasi, KEIT Bekapur akan dikelola oleh Badan Otoritas (BO) atau Badan Layanan Umum (BLU) untuk meningkatkan produktivitas kawasan. Saat ini, KEIT Bekapur telah di isi 23 kawasan industri dari rencana 4.154 kawasan industri.

Hingga saat ini, kawasan KEIT Bekapur telah menyerap 1,6 juta tenaga kerja, dan memberi kontribusi sebanyak 14 persen dari PDB industri nasional. "Nah, nantinya kita mau industri mobil listrik juga ada di sana, kita fokuskan di sana karena hampir 60 persen industri-industri kita di sana," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id