Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan pidato kunci pada Business Forum di Hotel Kempinski, Beijing. Foto: Setwapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan pidato kunci pada Business Forum di Hotel Kempinski, Beijing. Foto: Setwapres

Kerja Sama Perdagangan Indonesia-Tiongkok Berlanjut

Ekonomi perdagangan indonesia-tiongkok
Cindy • 27 April 2019 09:23
Beijing: Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok yang sudah terjalin ratusan tahun akan terus berlanjut. Peningkatan hubungan Business to Business (B to B) ini dinilai penting untuk kedua negara.
 
"Jadi tentunya pada hari ini kita hanya melanjutkan sejarah yang panjang itu untuk melakukan perdagangan dan investasi yang lebih banyak lagi dan untuk kedua negara," kata JK saat memberikan pidato kunci pada Business Forum di Hotel Kempinski, Beijing, Jumat, 26 April 2019.
 
Menurut dia, kemajuan Tiongkok begitu cepat dan mampu mempengaruhi ekonomi dunia. Hal itu terjadi karena pembangunan industri Tiongkok sangat efisien dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua negara kagum atas kemajuan Tiongkok hari ini, hanya dalam 30-40 tahun sudah menjadi suatu kekuatan ekonomi dunia," tutur dia.
 
Di hadapan 100 pengusaha dari Indonesia dan 320 pengusaha dari Tiongkok, JK mengapresiasi penandatangan nota kesepahaman dari masing-masing perusahaan. Kerja sama ini, lanjut dia, bentuk persahabatan antara kedua negara.
 
"Karena itu, kita baik para pengusaha saling berhubungan dan belajar bagaimana kemajuan itu dapat dicapai dalam waktu tidak lama dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat, kesejahteraan dan kemakmurannya," ucap mantan Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu.
 
Namun, dia tak ingin nota kesepahaman ini seremonial semata. Dia meminta kerja sama ini betul-betul dilaksanakan dengan baik dan konsisten dalam bentuk B to B jangka panjang.
 
"Hubungan Indonesia dan Tiongkok ke depannya akan lebih banyak hubungan B to B daripada G to G (goverment to goverment), karena merupakan hubungan yang lebih baik. Karena berlandaskan people to people sehingga akan lebih baik lagi untuk jangka panjang," kata dia.
 
Forum tersebut terselenggara atas kerja sama antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, United in Diversity dan Kura-kura Bali. Ada sekitar 23 penandatangan nota kesepahaman yang di antaranya dilakukan oleh organisasi dan perusahaan Indonesia-Tiongkok.

 

(AZF)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif