Ekonom Senior Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono. Medcom/Arif.
Ekonom Senior Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono. Medcom/Arif.

Kondisi Ekonomi Pemilu 2019 Lebih Baik Dibandingkan 2014

Ekonomi pilpres ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 16 Januari 2019 20:05
Jakarta: Ekonom Senior Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai ada perbedaan kondisi ekonomi pada pemilu tahun ini jika dibandingkan 2014. Tahun ini, kata dia, kondisi ekonomi relatif lebih baik.
 
"2014 itu kita ada dinamika yang tidak bisa dihindari, yaitu harga minyak dunia yang sangat tinggi mencapai USD100. Sekarang harga minyak USD60," papar Tony dalam diskusi bertajuk 'Menanti Asa Perekonomian Dua Calon Pasangan Pemimpin Indonesia', di Hotel Milenium Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Karena tekanan fiskal yang cukup berat, tambah Tony, subsidi BBM kala itu mencapai Rp350 triliun dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp1.800 triliun. "Itu yang Rp250 triliun untuk subsidi BBM, yang Rp100 triliun untuk PLN karena pembangkitnya kebanyakan pakai BBM," kata Tony.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2019, kondisi ekonomi memang masih diliputi ketidakpastian. Kendati demikian, kondisinya tidak separah 2014. Tahun ini masalah ekonomi disumbang pengaruh global yang meliputi perang dagang antara AS dan Tiongkok, serta keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Namun, tanda-tanda meredanya perang dagang menjadi angin segar.
 
Hal positif lain juga ditopang kemungkinan bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif seperti tahun lalu. Tony memprediksi The Fed hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak satu kali. "Saya tidak percaya The Fed akan naikkan suku bunga tiga kali, satu saja cukup," kata dia.
 
Suku bunga di AS, lanjut Tony saat ini 2,5 persen dengan inflasi sekitar 2,5 persen. Artinya jika The Fed ingin memberikan margin untuk penabung, maka suku bunga cukup di angka 2,75 persen. "Dari sisi ini kita merasa bahwa pemilu kali ini kita cukup beruntung karena situasi ekonomi relatif lebih baik dibandingkan tahun lalu," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi