Illustrasi. MI/Susanto.
Illustrasi. MI/Susanto.

Awal 2019, Rupiah Berusaha Bangkit

Ekonomi rupiah menguat
Desi Angriani • 17 Januari 2019 18:07
Jakarta: Nilai tukar rupiah menuju tren penguatan pada awal 2019. Penguatan mata uang Garuda ini melanjutkan tren pada Desember 2018 yang secara rerata menguat sebesar 1,16 persen, meskipun melemah 0,54 persen secara point to point dibandingkan dengan November 2018.
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan menguatnya nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing akibat membaiknya perekonomian domestik, imbal hasil, serta ketidakpastian global yang mereda.
 
"Tren penguatan rupiah berlanjut pada Januari 2019," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, tren penguatan ini akan mendukung stabilitas harga tahun ini. Apalagi inflasi sepanjang 2018 terbilang cukup rendah dibanding inflasi 2017 yang tercatat sebesar 3,61 persen.
 
"Nilai tukar rupiah dalam tren menguat sehingga mendukung stabilitas harga," imbuh dia.
 
Dengan perkembangan yang cenderung menguat menjelang akhir 2018, Rupiah secara rerata keseluruhan 2018 tercatat mengalami depresiasi sebesar 6,05 persen atau secara point to point sebesar 5,65 persen dibandingkan dengan level tahun sebelumnya.
 
Depresiasi rupiah secara point to point tersebut lebih rendah dibandingkan dengan depresiasi mata uang negara lain seperti rupee India, rand Afrika Selatan, real Brasil, dan lira Turki.
 
Meski demikian, Bank Indonesia terus mencermati risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya.
 
"Bank sentral tetap mendorong berjalannya mekanisme pasar, dan mendukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan," pungkas dia.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif