Rupiah Menguat karena Investor Percaya pada Indonesia

Achmad Zulfikar Fazli 07 November 2018 15:25 WIB
rupiah menguat
Rupiah Menguat karena Investor Percaya pada Indonesia
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Husen M.
Jakarta: Nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut disebabkan peningkatan kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia.
 
"Investor (percaya), terutama portofolio confidence terhadap kondisi Indonesia," kata Ketua Dewan Komisionar OJK, Wimboh Santoso di Komplek Istana Kepresidenan‎, Jakarta, Rabu, 7 November 2018.
 
Wimboh menilai ‎fundamental ekonomi Indonesia lebih kuat dibanding negara berkembang lainnya. Pemerintah tinggal mengomunikasikan kepada investor agar tidak ragu berinvestasi.
 
‎"Sekarang kita strukturnya diperkuat, instrumennya (investasi) kita banyakin, sekarang sudah ada hedging, kalau tidak percaya rupiah, bank sentral melakukan swap, bikin NDF (non-deliverable forward)," jelas dia.

Baca: Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Tahun Depan Stagnan

Menurut dia, OJK dan Bank Indonesia sudah mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan kepercayaan investor asing. Salah satunya dengan menyempurnakan instrumen investasi di dalam negeri.
 
"Kalau dulu ‎enggak ada NDF, sekarang ada, ngapain harus ke Singapura? Di sini saja ada. Jadi terus kita lakukan agar pasar likuid dan investor confidence," ujar dia.
 
‎NDF merupakan instrumen derivative berupa kontrak perdagangan mata uang berjangka atau juga bisa disebut kontrak forward. Artinya kontrak membeli atau menjual valas dalam jangka waktu tertentu sesuai kurs yang ditentukan di awal.
 
Berdasarkan data Bloomberg pada awal perdagangan, laju rupiah menguat ke posisi Rp14.782 per dolar AS. Hari ini, mata uang garuda ditransaksikan pada posisi Rp14.652 - Rp14.805 per dolar AS.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id