Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Intiland Raih Fasilitas Kredit Sindikasi Rp2,8 Triliun

Ekonomi intiland development
Angga Bratadharma • 30 Januari 2019 16:59
Jakarta: PT Intiland Develpoment Tbk (DILD) atau Intiland meraih fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp2,8 triliun. Fasilitas kredit sindikasi dengan tenor delapan tahun atau hingga 2026 ini dikucurkan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI dan PT Bank Central Asia (BBCA) Tbk atau BCA.
 
Adapun keduanya masing-masing mengucurkan senilai Rp1,63 triliun (58,33 persen) dan Rp1,17 triliun (41,67 persen) dengan tingkat suku bunga 10,5 persen. Dalam konteks ini, manajemen Intiland menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan BNI dan BCA dalam pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini.
 
"Pemberian fasilitas pembiayaan ini merupakan wujud kepercayaan sektor perbankan dan keuangan terhadap prospek usaha Intiland di masa mendatang," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, di Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini memberikan dampak positif bagi Intiland untuk mengetahui rencana-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja. Pemberian fasilitas ini merupakan tindak lanut dari kesepakatan kerja sama yang telah dijalin sejak September lalu.
 
Archied menambahkan fasilitas pendanaan ini merupakan kredit investasi yang digunakan untuk pendanaan ulang dan menambah modal kerja. Intiland rencananya mengalokasikan sebagian besar kucuran kredit tersebut untuk pendanaan ulang pinjaman ke delapan bank dan melunasi utang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan tahun ini.
 
Saat ini, Intiland memiliki pinjaman ke sejumlah bank dengan tingkat bunga dan tenor pinjaman yang berbeda-beda. Kondisi ini menyebabkan model pengelolaan utang menjadi kurang efisien dari sisi biaya dana maupun proses administrasinya.
 
Langkah pendanaan uang lewat pelunasan utang-utang memberikan manfaat positif bagi Intiland. Manfaat itu yakni menurunkan beban biaya bunga, menyederhanakan proses administrasi, dan memperbaiki struktur keuangan Intiland.
 
"Dengan mendapatkan tenor pinjaman lebih panjang kami punya ruang lebih longgar untuk mengatur struktur keuangan dan pendanaan guna pengembangan usaha. Total pinjaman bank yang kami refinancing sebesar Rp2,16 triliun, pelunasan obligasi senilai Rp428 miliar, dan working capital sekitar Rp221,67 miliar.
 
Intiland pada 2016 menerbitkan obligasi II senilai Rp590 miliar yang terbagi menjadi dua seri. Obligasi Seri A senilai Rp428 miliar dengan tingkat bunga 10,75 persen dan tenor tiga tahun. Obligasi Seri B mempunyai tenor lima tahun senilai Rp162 miliar dan kupon 11 persen.
 
"Obligasi Seri A akan jatuh tempo pada 29 Juni 2019. Saat ini, dana dari fasilitas kreditnya sudah siap dan tinggak menunggu pembayaran pada saat jatuh tempo," pungkasnya.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif