Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo (MI/Susanto)
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmojo (MI/Susanto)

Alasan Bos Bank Mandiri Optimistis di 2019

Ekonomi bank mandiri
Annisa ayu artanti • 02 Januari 2019 13:55
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri optimistis kinerja bisnis akan terus membaik di sepanjang 2019, meski tantangan yang menghadang juga tetap besar. Adapun pencapaian dan perbaikan yang sudah dilakukan memberikan kepercayaan bahwa situasi dan kondisi di masa mendatang bisa lebih baik.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menilai indikator perbankan dan perekonomian Indonesia bisa dikendalikan dengan baik di sepanjang 2018, terutama pertumbuhan kredit terjaga di atas 13 persen dan tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) telah menurun.

"Jadi kita optimistis di 2019 bahwa perbankan bisa lebih baik lagi," kata Tiko, sapaan akrabnya, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Bahkan, Tiko meyakini, aliran modal masuk di 2019 akan lebih deras dibandingkan dengan di 2018 dan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) terus membaik. Kondisi itu nantinya bisa memberi efek positif terhadap peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang artinya melonggarkan likuiditas di Tanah Air. "Di 2019 ini harapannya dari sisi politik juga lancar, tidak ada kendala, dan arus modal bisa masuk. Begitu arus modal mulai masuk harapannya CAD kita bisa membaik dan harapannya juga dana pihak ketiga bisa meningkat. Sehingga likuiditas yang selama ini agak ketat bisa membaik," ujar Tiko.

Lebih lanjut, Tiko meyakini, faktor eksternal yang bermuatan negatif yang menjadi tekanan di sepanjang 2018 akan berkurang di 2019. Sentimen negatif itu seperti meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok karena mulai adanya kesepakatan dan melambatnya rencana penaikan suku bunga acuan oleh the Fed.

"Jadi diharapkan itu bisa memberikan dampak bagi penguatan nilai tukar rupiah di 2019 ini dan juga dari sisi arus modal masuk, baik dari sisi investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) maupun portofolio," jelas Tiko.

Di sisi lain, ia mengatakan, pesta demokrasi atau tahun politik di 2019 ini diyakini tidak memberikan efek negatif terhadap aktivitas bisnis perbankan di Indonesia. Namun, ia menekankan, dampaknya akan lebih ke arah masuknya arus modal masuk yang nantinya memberikan efek lebih luas ke perekonomian secara keseluruhan.

"Tidak ada sih kalau di perbankan. Kaitannya lebih di arus modal masuk. Diharapkan nanti FDI dan portofolio akan positif. Nah itu bisa memperbaiki neraca pembayaran dan juga suplai likuiditas dalam negeri," pungkasnya.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi