Revisi DNI Demi Tekan Defisit Transaksi Berjalan
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi Setkab).
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui kebijakan relaksasi daftar negatif investasi  (DNI) cukup rawan dilakukan menjelang tahun politik. Namun, hal tersebut perlu dilakukan guna menekan angka defisit transaksi berjalan yang kian melebar.

"Kalau bicara politik, di bidang ekonomi kita menghadapi fakta-fakta transaksi berjalan kita defisitnya cukup merepotkan kita. Kita ingin supaya defisit ini berkurang secara bertahap," ujarnya dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 19 November 2018.

Meskipun kebijakan tersebut tidak akan berdampak secara langsung, kata Darmin relaksasi DNI bakal mendorong aktivitas ekonomi pada sektor-sektor unggulan. Kebijakan ini dipercaya membuka kesempatan bagi penanaman modal dalam negeri (PMDN) termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi untuk masuk ke seluruh bidang usaha.

"Kan itu harus investasi dulu baru keluar hasilnya. Itu akan mempengaruhi buka transaksi berjalanya, tapi pasangan dari transaksi berjalan yakni transaksi financial," tuturnya.

Adapun relaksasi DNI tersebut terdapat dalam paket kebijakan XVI. Di mana pemerintah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Aturan tersebut direvisi karena pemerintah memutuskan mengeluarkan 54 sektor usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 sektor bisa digarap oleh investro asing secara penuh. Selebihnya, bidang usaha itu bisa digarap oleh Penanaman Modal Dalam Negeri atau (PMDN) dan UMKM.

"Di perubahan DNI 2018, yang untuk PMA itu hanya 25 bidang usaha saja," kata Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id