PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani
PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani

Kemenkeu Belum Ada Rencana Suntik PMN untuk Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 10 Januari 2020 19:19
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut belum ada rencana untuk memberikan penyertaan modal negara (PMN) bagi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Meskipun Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen.
 
"Kita belum bicarakan apakah perlu penambahan modal dari APBN atau tidak," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata di Gedung DJKN, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Dirinya menambahkan saat ini Menteri BUMN Erick Thohir sedang mengupayakan penyelamatan Jiwasraya dengan mengutamakan business to business (B2B).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yakni bagaimana selesaikan setiap permasalahan itu B2B. Kemudian juga mencari cara-cara yang dibenarkan oleh regulator dalam hal ini OJK untuk istilahnya, mempertahankan kesinambungan dari polis," jelas dia.
 
Isa berpendapat jika penyelamatan industri asuransi berbeda dengan bagaimana menyelamatkan perusahaan perbankan. Dalam kasus industri asuransi, seharusnya upaya penyehatan dilakukan dengan mempertahankan agar polis bisa dijalankan.
 
"Jadi kalau di bank yang penting uang saya balik, di asuransi yang penting polis jalan sampai akhir masa pertanggungan. Di asuransi jiwa punya pertanggungan 15 tahun, idealnya paling baik gimana polisnya berjalan sampai akhir masa polis," ungkapnya.
 
Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang bisa menghasilkan Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi Rp1 triliun, dan sumber dana lain dari pemegang saham Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut Rp32,89 triliun.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif