Ilustrasi. Foto : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Pemerintah Butuh Investasi Swasta Rp1.435 Triliun

Ekonomi infrastruktur
Desi Angriani • 06 November 2019 16:01
Jakarta: Pemerintah membutuhkan Rp2.058 triliun untuk pembangunan infrastruktur lima tahun mendatang. Anggaran tersebut akan dibagi ke dalam proyek penyediaan sumber air Rp577 triliun, pembangunan jalan dan jembatan Rp573 triliun, pembangunan pemukiman Rp128 triliun, dan perumahan Rp780 triliun.
 
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heripoerwanto mengatakan sumber pendanaan tersebut akan berasal dari APBN sebesar Rp623 triliun dan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Rp1.435 triliun.
 
"Tantangan infrastruktur PUPR 2020-2024 visinya APBN hanya 1/3 dari total anggaran yang dibutuhkan," katanya di Hall B JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, mencari sumber pendanaan lewat skema KPBU merupakan tantangan terbesar bagi pemerintah. Sebab, selama ini realisasi pendanaan dari Public Private Partnership (PPP) itu sangat minim.
 
Misalnya, realisasi pendanaan KPBU hanya 19 persen untuk proyek sumber air dengan nilai Rp20 triliun. Begitu pula dengan kebutuhan dana untuk proyek jalan tol Rp500 triliun. Realisasi KPBU-nya baru 28 persen.
 
"Realisasi PPP di PUPR lima tahun kemarin masih rendah," ungkap dia.
 
Karena itu, pemerintah mulai merubah pola sumber pendanaan proyek pembangunan infrastruktur. Semula bergantung pada APBN kemudianberalih pada skema KPBU.
 
"Dulu yang diutamakan APBN sisanya ditawarkan. Sekarang tawarkan dulu, KPBU, baru sisanya APBN," ungkapnya.
 
Adapun total proyek infrastruktur yang ditangani Kementerian PUPR mencapai 120 proyek dengan nilai Rp864 triliun. Di antaranya pembangunan jalan, jembatan, irigasi, waduk, perbatasan, perumahan, dan air bersih.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif