Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH

Tiongkok dan Jepang Bakal Terlibat Desain Ibu Kota Baru

Ekonomi pemindahan ibukota Ibu Kota Baru
Antara • 04 Januari 2020 10:31
Jakarta: Pemerintah menyebut konsultan dari Tiongkok dan Jepang akan terlibat dalam perencanaan desain ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rancangan juga akan melibatkan desain dasar dari hasil sayembara ibu kota yang baru diumumkan beberapa waktu lalu.
 
"Ada dua konsultan asing kelas dunia yang akan bantu masalah lingkungan, desain urban (perkotaan), masalah arsitekturnya dan lain-lain," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu, 4 Januari 2020.
 
Nantinya, lanjut Luhut, kedua konsultan asing itu akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta anak bangsa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia untuk merancang ibu kota baru. Menurut Luhut, tadinya ada lima konsultan asing yang rencananya akan ikut terlibat dalam perancangan desain ibu kota baru.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun konsultas asing itu yakni dari Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, serta Jepang. Namun, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa cenderung untuk memilih konsultan asal Tiongkok dan Jepang untuk disewa jasanya dalam membantu merancang ibu kota baru.
 
"Jadi tadi itu ada lima, ada AS, Inggris, Jepang, Tiongkok. Tapi dua terbaik yang kami lihat. Tadi Pak Menteri Bappenas melihat beliau lebih cenderung di dua itu, Jepang dan Tiongkok," ungkap Luhut.
 
Luhut menegaskan konsultan asing itu nantinya hanya akan terlibat pada fase perencanaan. Sementara pendanaan, khususnya untuk fasilitas inti seperti Kantor Presiden dan gedung pemerintahan nantinya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
Adapun pendanaan untuk fasilitas pendukung kota nantinya bisa saja berasal dari investasi asing, termasuk dari dana yang dikumpulkan dalam format Sovereign Wealth Fund yang akan digagas Indonesia dalam waktu dekat.
 
"Dua-duanya, kita minta dua-duanya (terlibat). Jadi nanti ada spesialisasi dari yang Tiongkok, ada spesialisasi yang Jepang. Nanti kita kawinkan dengan anak-anak Indonesia," katanya.
 
Luhut berpendapat keterlibatan konsultan asing diperlukan karena pemerintah tak mau ambil risiko jika salah membangun ibu kota. Konsultan asing juga dianggap lebih berpengalaman dalam pembangunan kota baru.
 
Lebih lanjut, ditambahkannya, untuk menyewa konsultasi asing itu, pemerintah nantinya akan menyiapkan sejumlah anggaran. Sumbernya bisa berasal dari APBN atau Sovereign Wealth Fund yang akan dibentuk.
 
"Memangnya ada yang free of charge (gratis)? Bisa saja nanti (bentuknya) hibah, tapi per hari ini posisinya masih seperti itu (menyewa)," ujarnya, seraya berharap persiapan desain bisa rampung tahun ini agar bisa segera dimulai konstruksinya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif