Ilustrasi. FOTO: Draxe
Ilustrasi. FOTO: Draxe

Gapmmi Khawatir Pelarangan Minyak Goreng Curah Sulitkan Pedagang

Ekonomi minyak goreng
Antara • 10 Oktober 2019 13:01
Jakarta: Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengaku khawatir pelarangan penggunaan minyak goreng curah akan menyulitkan pedagang. Dalam hal ini, Gapmmi berharap ada keberpihakan terhadap para pedagang agar tidak menekan laju bisnis di kemudian hari.
 
"Bisa saja diterapkan, tapi diusahakan para pedagang dapat membeli minyak seharga dengan dia beli sebelumnya agar tidak menyulitkan," ujar Ketua Komite Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Gapmmi Doni Wibisono, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Kebijakan terkait dengan minyak goreng curah itu, lanjut dia, juga akan membuat pedagang kelas menengah ke bawah bertambah bingung, mengingat pada 17 Oktober nanti pemerintah mulai menerapkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini kita juga sedang berusaha menjelaskan tentang sertifikasi halal kepada pedagang-pedagang, tiba-tiba datang kebijakan minyak curah," tuturnya.
 
Terkait dengan alasan minyak curah tidak sehat, ia mengusulkan agar pengawasan produksi dan distribusi minyak curah dapat lebih diperketat.
 
"BPOM (Badan Pengawas Makanan dan Obat) pasti punya datanya. Yang menjadi minyak curah di pasar juga tentu ada kemasan tertentu, periksa brand-nya, sudah ilegal atau belum. Pemerintah harus data, tidak bisa dibilang semua minyak goreng curah tidak bagus," ucapnya.
 
Secara terpisah, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta agar larangan peredaran minyak goreng curah dibatalkan. Dia mengaku sudah bertemu dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan menanyakan terkait dengan larangan tersebut.
 
"Pokoknya pelarangannya itu batal dulu. Saya tanya Pak Enggar, akan dibatalkan apa sudah (dibatalkan). Pokoknya sedang dalam proses dibatalkan," kata dia.
 
Sebelumnya, Enggartiasto mengatakan, yang sebenarnya diserukan adalah agar konsumen lebih cerdas memilih minyak goreng yang terjamin kehalalannya, higinietasnya, juga kandungan gizi. Minyak goreng curah merupakan minyak yang diproduksi oleh produsen minyak goreng yang merupakan turunan dari CPO.
 
Selama ini, pendistribusian minyak goreng tersebut dilakukan dengan menggunakan mobil tangki yang kemudian dituangkan di drum-drum di pasar. Proses distribusi minyak goreng curah biasanya menggunakan wadah terbuka. Akibatnya bisa rentan kontaminasi air serta binatang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif