Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

YLKI: Kasus Raib Dana Nasabah BRI Pertaruhkan Bisnis Perbankan

Ekonomi bri
Annisa ayu artanti • 13 September 2019 11:06
Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kasus pembobolan dana rekening nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kembali mempertaruhkan kepercayaan kepada perbankan.
 
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan kasus ini sangat penting karena menyangkut kepercayaan nasabah kepada perbankan. Menurutnya, bisnis perbankan adalah bisnis kepercayaan. Nasabah menaruh kepercayaan tinggi menyimpan asetnya di perbankan.
 
"Ini sangat penting untuk perlindungan nasabah bank dan trust (kepercayaan) pada bank," kata Tulus kepada Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tulus juga menegaskan kasus yang terjadi pada nasabah BRI, cabang Depok, Jawa Barat atas nama Pratama Guittara itu bukan kesalahan konsumen. Pihak BRI harus mengganti rugi dana nasabah yang hilang bila terjadi karena modus skimming pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
 
"Pihak bank memang harus mengganti rugi uang nasabah," sebut dia.
 
Selain itu, untuk meminimalisir kasus serupa, YLKI juga mengimbau BRI untuk meremajakan mesin-mesin ATM yang ada. "Bank juga harus memproteksi mesin ATM-nya agar tidak mudah dijebol oleh skimming atau lainnya," tukas dia.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif