Menteri Perhubungan Budi Karya. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Menteri Perhubungan Budi Karya. FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Menhub: Penerbangan Belum Terdampak Kabut Asap

Ekonomi kabut asap penerbangan kementerian perhubungan
Annisa ayu artanti • 13 September 2019 18:23
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah seperti Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi belum berdampak pada kegiatan operasional penerbangan.
 
"Sejauh ini belum ada dampak yang serius ya, tapi ke depan kalau tidak ada upaya-upaya menyelesaikan, ini akan serius," kata Budi saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Pihaknya melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) untuk menyelesaikan asap akibat kebakaran hutan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menurut keterangan, memang Riau yang dalam posisi paling besar, karena dua hal. Yang dari selatan itu ke arah Riau dan dari Riau (asapnya) tidak bisa ke mana-mana karena ada angin tertentu yang di selat Malaka, jadi mereka (asap) setop di Riau," jelas dia.
 
Dua hari lalu, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan jumlah titik api di Riau berjumlah 257. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya 156. Sementara di Sumatera Selatan meningkat 40 titik menjadi 143 titik api.
 
Selain memberikan dampak pada terbentuknya asap kualitas udara di Riau masuk level berbahaya.
 
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) KLHK Sumatera Amral Fery mengatakan penghitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) rata-rata menunjukkan angka 300 dan masuk kategori berbahaya.
 
"Dalam menghitung ISPU kita menggunakan alat milik kita di Pekanbaru ada dua di daerah Tenayan Raya dan pusat kota Pekanbaru. Dan untuk daerah lainnya dibantu dengan alat milik perusahaan Chevron," kata Amral di Pekanbaru seperti dikutip Antara.
 
Amral menjelaskan penghitungan ISPU di dua alat di titik Tenayan Raya dan pusat kota Pekanbaru menunjukkan angka 188 dan 123, atau masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, di daerah lain ISPU menunjukkan angka di atas 300 atau kategori berbahaya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif