Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.
Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.

Selain Perkuat Industri Nasional, Program P3DN Bisa Tekan Produk Impor

Ekonomi produk dalam negeri
Nia Deviyana • 12 September 2019 21:22
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan alasan pihaknya giat mendorong program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Adapun program P3DN mengatur mengenai kewajiban instansi pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri, terkait dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD. Selain itu memberikan preferensi terkait barang dan jasa dari produksi dalam negeri yang ada pada proyek-proyek tersebut.
 
"Hal itu tentu saja memberikan manfaat besar, baik bagi penyelenggara proyek maupun industri dalam negeri yang memproduksi barang," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono melalui keterangan resminya, Kamis, 12 September 2019.
 
Sebab, peran dari program P3DN dapat meningkatkan serta mempertahankan utilisasi industri nasional melalui penyediaan jaminan maupun penjagaan terhadap ceruk pasar produk tertentu yang telah diproduksi di dalam negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, implementasi program P3DN dinilai dapat memberikan ruang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas barang dan jasa yang dihasilkan sehingga pada akhirnya mampu bersaing secara mandiri di pasar internasional.
 
"Sedangkan, dalam aspek untuk mengurangi ketergantungan pasar domestik terhadap produk impor, P3DN juga menjadi proteksi tambahan terhadap potensi pelemahan nilai tukar," imbuhnya.
 
Sigit menyebutkan, beberapa sektor manufaktur di Tanah Air yang telah mengoptimalkan TKDN cukup signifikan dan mampu mendukung pembangunan nasional, antara lain industri penunjang migas, industri ketenagalistrikan, industri alat mesin pertanian, dan industri alat kesehatan.
 
Kemenperin mencatat, industri penunjang migas memiliki capaian TKDN berkisar antara 25,25 persen-75,09 persen, kemudian di industri ketenagalistrikan memiliki capaian TKDN 7 persen-80 persen. Sementara itu, capaian TKDN di sektor industri alat mesin pertanian berkisar antara 25 persen-62 persen, dan pada sektor industri alat kesehatan dengan capaian TKDN sekitar 6,26 persen-98,52 persen.
 
“Semakin tinggi capaian TKDN akan semakin banyak komponen dalam negeri yang digunakan, oleh sebab itu perlu ditargetkan peningkatan capaian TKDN pada setiap sektor industri," paparnya.

Wajib Pakai Produk Lokal

Sigit menambahkan, pemerintah telah menebitkan regulasi mengenai kewajiban penggunaan produk dalam negeri. Ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, yang salah satunya menyebutkan program penggunaan produk dalam negeri wajib didukung oleh Kementerian atau Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah, BUMN serta BUMD yang melakukan pengadaan barang atau jasa melalui pembiayaan APBN atau APBD maupun hibah.
 
"Pelaksanaan ini bertujuan memberdayakan industri dalam negeri dan juga memperkuat struktur industri nasional dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap produk impor," tegasnya.


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif