Menperin Airlangga Hartarto lantik empat pejabat eselon I Kemenperin. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Menperin Airlangga Hartarto lantik empat pejabat eselon I Kemenperin. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Menperin Lantik Empat Pejabat Eselon I

Ekonomi kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 13 Juni 2019 12:18
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melantik empat pejabat setingkat eselon I di lingkungan Kemenperin. Regenerasi yang dilakukan diharapkan memenuhi tuntutan peningkatan industri manufaktur di Tanah Air.
 
Pejabat eselon I tersebut yakni Abdul Rochim sebagai Direktur Jenderal Industri Agro dan Doddy Rahadi sebagai Direktur Jenderal Ketahaman, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional. Kemudian Eko Suseno Agung Cahyanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri dan Masrokhan sebagai Staf Ahli Bidang Komunikasi.
 
"Pemilihannya dilakukan melalui proses seleksi secara terbuka oleh panitia seleksi berdasarkan amanat Undang-Undang ASN dan telah memperoleh persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara," ujar Airlangga dalam sambutannya di Auditorium Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses seleksi jabatan pimpinan tinggi ini diikuti oleh peserta dari internal maupun eksternal Kemenperin. Pejabat yang dipilih pun mempertimbangkan aspek kualifikasi, kompetensi dan kinerja, serta memiliki kemampuan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas jabatannya.
 
"Saya menantikan kontribusi dan inovasi Saudara secara nyata untuk membawa perbaikan yang konkret di lingkungan Kementerian Perindustrian," ungkapnya.
 
Dalam amanatnya, Airlangga menyampaikan bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen dengan kontribusi dari Lapangan Usaha Industri Pengolahan mendominasi sebesar 20,07 persen.
 
Dari sisi investasi, kontribusi industri pengolahan terhadap PMDN sebesar 18,5 persen atau senilai Rp16,1 triliun dan 26 persen atau senilai USD1,9 miliar terhadap PMA.
 
Melihat kontribusi yang cukup signifikan terhadap total investasi di Indonesia, kata Airlangga, industri manufaktur ditargetkan akan memberikan kontribusi 22,7 persen ke total investasi. Saat ini jumlahnya sekitar USD134,9 miliar.
 
Selain itu, Indonesia juga semakin dekat untuk menjadi pusat manufaktur di kawasan Asean mengacu kepada kinerja sektor industri pengolahan tersebut. Diperlukan upaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan didukung dengan adanya insentif yang menarik.
 
"Saya mengimbau para pejabat Kemenperin untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik dalam rangka pendukung para pelaku industri meningkatkan produktifitas dan daya saingnya," tuturnya.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif