Acara SIO Partners Gathering 2019 di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. Foto. Medcom/Desi A.
Acara SIO Partners Gathering 2019 di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019. Foto. Medcom/Desi A.

Indonesia Raup Rp42,8 Triliun untuk Proyek SDGs

Ekonomi pembiayaan industri sdg
Desi Angriani • 28 Oktober 2019 15:00
Jakarta: Indonesia memperoleh pembiayaan USD3,05 miliar atau Rp42,8 triliun untuk proyek tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs). Jumlah itu meningkat sebesar 23,98 persen dari komitmen awal sebesar USD2,46 miliar.
 
Dana tersebut dihimpun melalui SDG Indonesia One (SIO) sebagai platform kerja sama pendanaan terintegrasi guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada tujuan pembangunan berkelanjutan.
 
Direktur PT SMI Darwin Trisna mengatakan dana tersebut dihimpun SIO dari 31 mitra, di antaranya bank pembangunan, lembaga donor, filantropi, lembaga multilateral, perbankan komersial, lembaga climate fund, dan investor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"SIO telah meningkatkan nilai komitmen proyek SDGs dari USD2,46 miliar pada tahun lalu menjadi USD3,05 per Oktober 2019," katanya dalam acara SIO Partners Gathering 2019 di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Darwin menjelaskan pembiayaan proyek SDGs dua tahun mendatang bisa mencapai Rp86 triliun atau dua kali lipat dari dana yang dihimpun saat ini. Namun, SIO tak menetapkan target dari setiap nilai komitmen tersebut.
 
"Kita enggak ada target ya. Tapi kalau dua tahun mendatang bisa dua kali lipat dari sekarang," imbuhnya.
 
Ia menambahkan SIO membantu penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi di daerah bencana seperti Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah. Termasuk dalam penyaluran fasilitas pembiayaan daerah, penyediaan technical assistance (TA) pada proyek infrastruktur ramah lingkungan, hingga pemberian capasity building.
 
"Berkat arahan Kemenkeu dan mitra, SIO dalam setahun terakhir bisa berjalan dengan baik," tegasnya.
 
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menambahkan SMI, sebagai pelaksana SIO, berupaya menjaga kondisi tetap prudent. Karena itu, pemerintah menggunakan skema blended finance atau pembiayaan campuran guna mengurangi berbagai risiko seperti kredit macet.
 
"Kami harus tetap prudent jangan sampai NPL di kemudian hari. Kedua ekosistemnya harus diperbaiki," kara Edwin.
 
Konsep SDGs itu lahir pada kegiatan konferensi mengenai Pembangunan Berkelanjutan yang dilaksanakan oleh PBB di Rio de Jainero pada 2012. Tujuan yang ingin dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah memperoleh tujuan bersama yang universal yang mampu memelihara keseimbangan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif