Sekretaris Jenderal merangkap Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo. FOTO: dok KKP
Sekretaris Jenderal merangkap Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo. FOTO: dok KKP

KKP Bangun Pasar Ikan Modern di Palembang

Ekonomi kelautan dan perikanan
Husen Miftahudin • 30 Agustus 2019 17:31
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendirikan Pasar Ikan Modern (PIM) di Palembang. Pembangunan pasar ikan modern ini merupakan yang ketiga setelah di Muara Baru, Jakarta Utara dan Soreang, Bandung.
 
Groundbreaking dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal merangkap Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo. Turut mendampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sumatra Selatan Akhmad Najib dan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kota Palembang, Faizal.
 
"Pembangunan PIM merupakan arahan langsung Presiden Joko Widodo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membangun pasar ikan seperti Pasar Ikan Tsukiji di Jepang yang menjadi role model untuk pasar-pasar ikan di Indonesia," ungkap Nilanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nilanto menambahkan pembangunan PIM bertujuan untuk menyediakan pasar yang memenuhi standar sanitasi dan higienitas dengan ikan bermutu dan aman dikonsumsi, menjadi sentra bisnis, tempat promosi dan edukasi, serta destinasi wisata sektor kelautan dan perikanan.
 
"Dengan begitu, masyarakat Kota Palembang secara khusus dan Provinsi Sumatra Selatan pada umumnya dapat meningkatkan konsumsi ikan dalam rangka mendukung pembentukan SDM yang unggul, sehat, kuat, dan cerdas," imbuh Nilanto.
 
PIM yang dibangun dengan anggaran KKP sebesar Rp22,94 miliar ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Palembang seluas 9.025 meter persegi. Selama proses pembangunan, untuk sementara lahan tersebut diserahkan kepada KKP. Setelah selesai dibangun, PIM akan dikelola oleh Pemerintah Kota Palembang.
 
Bangunan PIM direncanakan akan terdiri dari dua lantai dengan total luas bangunan mencapai 6.348 meter persegi. Di dalamnya, bangunan akan dilengkapi dengan 210 lapak yang terbagi atas 90 lapak ikan segar, 80 lapak ikan hidup, dan sisanya sebagai lapak ikan olahan kering dan kuliner, serta tempat pameran.
 
Selain itu, fasilitas penunjang lainnya seperti mesin es (ice flake machine) berkapasitas 1,5 ton, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tempat parkir, musala, kantor pengelola, gudang, dan pos jaga juga akan dibangun dalam area PIM.
 
Gubernur Sumatra Selatan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Akhmad Najib mengajak seluruh masyarakat Palembang untuk memanfaatkan PIM sebagai sarana untuk memasarkan ikan-ikan hasil produksi. Ia juga mengajak para pelaku usaha perikanan untuk turut serta membantu masyarakat memperoleh ikan dengan mutu baik dan harga terjangkau.
 
"Semua yang terlibat dalam PIM harus dapat menerapkan perilaku masyarakat yang bersih, rapi, dan tidak jorok," pesan Najib.
 
KKP dan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan berharap PIM Palembang juga menjadi destinasi wisata baru masyarakat Palembang dan sekitarnya. Bahkan, diharapkan PIM ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif