Sektor Properti Diprediksi Mulai Bangkit Usai Pemilu Presiden
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)
Solo: Kenaikan 7 day reverse repo rate atau suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) dinilai membuat sektor properti masih terkoreksi.

"Prediksi kami sektor properti masih akan lesu sampai tahun depan. Kemungkinan mulai bangkit usai Pemilu Presiden," ujar Equity Sales PT Phintraco Surakarta Aud Rahmayanti, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 25 Agustus 2018.

Meski beberapa sektor masih lesu, ia optimistis sampai akhir tahun ini IHSG bisa tembus di level 6.000. Ia mengatakan salah satu sektor yang masih menggembirakan yaitu tambang khususnya komoditas batu bara.

"Tambang sebetulnya sudah terlihat sejak tahun lalu, terutama batu bara. Ini akibat masih memanasnya kondisi hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat, sehingga jika biasanya kebutuhan batu bara Tiongkok ambil di AS, kemungkinan ke depan mendatangkan dari Indonesia," jelas dia.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga juga sedikit memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di dalam negeri.

"Salah satu yang terpengaruh adalah sektor perbankan, tetapi tidak terdampak secara mendalam," kata Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta M Wira Adibrata di Solo, Jumat.

Adapun pada pembukaan pasar Jumat, IHSG terkoreksi 0,33 persen jika dibandingkan penutupan Kamis, 23 Agustus 2018. Meski demikian, ia menilai langkah BI menaikkan suku bunga acuan sudah tepat untuk mempertahankan investor di dalam negeri. Ia mengatakan hal itu dilakukan agar kondisi rupiah tidak terlalu terperosok lebih dalam.

"Saat ini posisi rupiah berada di angka Rp14.600 per USD. Semua pihak berupaya agar tidak ada pengaruh yang besar terhadap posisi rupiah, meskipun ada kenaikan BI rate," katanya.

Di sisi lain, Wira cukup optimistis kondisi pasar modal di Indonesia masih dalam level aman karena melihat jumlah investasi yang tercatat hari ini sampai Rp2,8 triliun.

"Bahkan jika transaksi di kisaran Rp2 triliun bisa dikatakan masih dalam kondisi tinggi," tambah dia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id