Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Banyak Orang ke Mal saat Listrik Padam tak Berarti Untung

Ekonomi pln ritel listrik padam
Eko Nordiansyah • 05 Agustus 2019 12:55
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengakui banyak orang yang memang datang ke mal atau pusat perbelanjaan saat listrik padam pada Minggu, 4 Agustus kemarin. Namun tak berarti ini membuat mal meraup keuntungan.
 
"Untuk mereka yang datang ke mal, itu bukan untuk maksud dan tujuan berbelanja," kata Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019.
 
Menurutnya, kebanyakan mereka yang datang ke mal karena sudah ada janji untuk bertemu. Setelah ada kabar pemadaman listrik oleh PT PLN (Persero), mereka memutuskan untuk tetap berada di mal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perlu digarisbawahi, bahwa jumlah mereka yang datang ke mal karena lampu padam dan 'berteduh' pada mal/pusat belanja tidak besar atau signifikan jumlahnya, dibandingkan mereka yang tetap stay di rumah saja," jelas dia.
 
Aprindo memperkirakan para pengusaha ritel mengalami kerugian hingga ratusan miliar akibat pemadaman listrik di wilayah Jabodetabek. Angka ini belum termasuk para ritel kecil seperti minimarket yang harus tutup karena listrik mati.
 
Roy mengatakan estimasi pengunjung di mal mencapai 20 ribu sampai 25 ribu orang. Jika ada setengahnya saja yang tidak belanja, maka kerugian satu mal bisa mencapai Rp2 miliar.
 
"Kalau setengah hari sudah tutup 10 ribuan, dikali rata-rata orang belanja Rp200 ribu berarti Rp2 miliar. Kalau ada 74 mal di Jakarta artinya ada kerugian Rp140 miliar sampai Rp150 miliar," ungkapnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif