Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: MI/Susanto.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: MI/Susanto.

Ahok Cocok di BUMN Berporsi Besar

Ekonomi kementerian bumn
Nia Deviyana • 13 November 2019 15:08
Jakarta: Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010, Said Didu, menyambut positif masuknya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai bos perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, di sisi lain dia menilai karakter Ahok yang 'keras' berpotensi menyebabkan bentrok pada atmosfer kerja perusahaan pelat merah yang dipimpinnya.
 
"Jadi saya pikir Ahok akan bermanfaat kalau ditempatkan pada posisi yang tepat, tetapi saya katakan, karakter Ahok itu kan kontroversial, seakan-akan bisa membersihkan, di sisi lain suka melakukan hal-hal yang tidak penting, jadi Ahok sangat potensial untuk bentrok," ujarnya saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 13 November 2019.
 
Said menilai Ahok cocok ditempatkan pada BUMN yang tugas pemerintahnya memiliki porsi lebih besar dibandingkan korporasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi dia (Ahok) tidak cocok di perbankan, telekomunikasi, pelabuhan udara, itu tidak cocok. Begitu juga dengan Inalum (sekarang MIND ID) juga akan berat karena dia harus banyak menghadapi kerja sama internasional yang sangat tidak potensial," paparnya.
 
Ahok diminta oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengisi salah satu kursi direktur utama perusahaan BUMN. Hal itu disampaikan Ahok di Kementerian BUMN seusai bertemu dengan Erick Thohir.
 
"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu (bos) BUMN," kata Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
 
Meski demikian, mantan gubernur DKI Jakarta ini belum mengetahui dengan jelas kapan dan di perusahaan apa dirinya akan ditugaskan. Ia hanya menceritakan bahwa dirinya diminta Erick Thohir untuk memimpin salah satu BUMN.
 
"Saya enggak tahu, mungkin Desember atau November, saya enggak tahu. Tanya ke Pak Menteri. Saya cuma diajak untuk masuk ke dalam salah satu BUMN," ucap dia.
 
Atas permintaan Erick Thohir tersebut, Ahok pun menyanggupi. "Saya kalau buat negara untuk bangsa, ya saya mesti bersedia," tegas dia.
 
Berdasarkan catatan Medcom.id, saat ini kursi direktur utama perusahaan BUMN yang kosong adalah direktur utama PLN, direktur utama Bank Mandiri, dan direktur utama BTN.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif