BI gelar Festival Ekonomi Syariah 2019. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
BI gelar Festival Ekonomi Syariah 2019. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

BI Dorong Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia

Ekonomi bank indonesia ekonomi syariah
Eko Nordiansyah • 06 November 2019 20:41
Surabaya: Bank Indonesia (BI) mendorong sinergi antar pihak untuk membangun ekonomi syariah di Indonesia. Komitmen yang kuat dalam mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan di Indonesia menjadi penting untuk lebih meningkatkan peranan ekonomi dan keuangan syariah bagi perekonomian nasional.
 
Upaya bank sentral untuk mendorong sinergi ini dilakukan dengan menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar). Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan FESyar Indonesia tahun ini mengambil tema 'Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia' yang diharapkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya sinergi untuk mendorong ekonomi syariah di Indonesia.
 
"Sinergi yang erat dalam naungan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) tersebut tentunya menjadi penting untuk terus dijaga dan menjadi modal yang besar dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia di masa yang akan datang," kata dia saat membuka FESyar di Grand City Convex Hall, Surabaya, Rabu, 6 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, sinergi juga menjadi prasyarat penting yang harus dipenuhi untuk memperkuat pelaksanaan empat strategi utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air, seperti yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, meliputi penguatan rantai nilai halal, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah, serta pemanfaatan ekonomi digital.
 
Dirinya menambahkan, FESyar Indonesia pada tahun ini merupakan wajah baru dari pelaksanaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di daerah, yang telah terselenggara dengan sukses di Surabaya dalam lima tahun terakhir dan melahirkan beragam inisiatif yang menjadi rujukan nasional.
 
"Melihat keberhasilannya tersebut, ISEF didorong untuk memasuki level yang berbeda dengan menjadi event yang tidak hanya fokus pada skala domestik, namun juga menyentuh pada level global dengan keterlibatan investor dan forum internasional syariah yang lebih luas, dan nantinya akan diselenggarakan di Jakarta," jelas dia.
 
Dody mengakui fondasi yang telah dibangun dengan baik oleh ISEF selama ini di daerah, khususnya wilayah Jawa Timur, tentunya tidak akan bisa ditinggalkan begitu saja. Oleh karan itu, kehadiran FESyar Indonesia bisa mewakili penyelenggaraan event dalam skala nasional dan menjadi puncak kegiatan FESyar lainnya di seluruh Indonesia.
 
"FESyar Indonesia di Jawa Timur dan ISEF di Jakarta akan saling melengkapi, dengan fokusnya masing-masing pada penguatan di sisi domestik, dan juga perluasan rekognisi dalam skala internasional," pungkasnya.
 
Rencananya, ISEF akan digelar di Jakarta Convention Centre pada 12-16 November 2019. Tak lupa dirinya mengajak para hadirin untuk bisa hadir dan merasakan atmosfir sharia forum, sharia fair dan business matching yang berbeda dalam pagelaran ISEF di Jakarta.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif