Ilustrasi. Foto : MI/Galih.
Ilustrasi. Foto : MI/Galih.

Pemerintah Diminta Permudah Aturan Tarik Minat Investor di Jalan Tol

Ekonomi jalan tol kadin
Annisa ayu artanti • 29 Oktober 2019 19:28
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang ramah investasi untuk pembangunan jalan tol. Pasalnya, pemerintah menargetkan untuk bisa membangun ruas tol tambahan sepanjang 2.500 km hingga 2024. Namun pengusaha menilai kebijakan yang ada saat ini dinilai kurang ramah investasi, khususnya bagi investor swasta.
 
"Pemerintah perlu mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menarik dari sisi investasi agar pihak swasta tertarik dan mau berinvestasi di proyek pembangunan jalan tol," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa di Menara Kadin, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.
 
Menurutnya, bisnis jalan tol perlu dibuat lebih menarik karena investasinya memerlukan dana besar dan jangka panjang dengan kondisi dana perbankan yang terbatas. Untuk ruas tol tambahan ini saja, Kadin menghitung biaya yang dikeluarkan mencapai Rp250 triliun hingga Rp375 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang diperlukan itu alternatif model bisnis dan pilihan skema pembiayaan pembangunan jalan tol yang secara risiko lebih kecil sehingga pihak swasta berani berinvestasi," ungkap Erwin.
 
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit juga menyampaikan agar pemerintah tengah mencarikan jalan berupa formula baru agar investor swasta bisa masuk ke jalan tol.
 
Beberapa opsi yang masuk dalam pembahasan pemerintah saat ini adalah berganti kepemilikan, menurunkan porsi saham, serta melakukan aset recycling usai terbangunnya jalan tol.
 
"Saya yakin BUMN (kontraktor jalan tol) memahami soal ini," tukas Danang.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif