Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

BI Sebut Tensi Perang Dagang Mereda Usai G20

Ekonomi ktt g20 Perang dagang
Eko Nordiansyah • 05 Juli 2019 18:05
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melihat tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok sedikit mereda. Hal ini menyusul pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping di sela-sela pertemuan anggota-anggota G20 beberapa waktu lalu.
 
"Kalau dibandingkan, berita pertemuan Osaka (G20) itu memberikan tone yang lebih positif dibandingkan sebelumnya. Setidaknya kedua negara sepakat untuk kembali ke meja perundingan," kata dia di Kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Perry berharap pertemuan kedua pimpinan negara tersebut bisa menghasilkan suatu kesepakatan yang positif. Dirinya menambahkan, usai G20 risiko terhadap berlanjutnya perang dagang antar kedua negara sedikit berkurang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun begitu, BI tetap mewaspadai adanya kemungkinan melambatnya ekonomi AS dan Tiongkok yang kemudian membuat ekonomi global akan mengalami perlambatan. Apalagi perang dagang AS dan Tiongkok sudah berlangsung dari beberapa waktu lalu, sehingga dampaknya sudah mulai terasa.
 
"Kami melihat tone-nya lebih positif dari berita sebelumnya. Meskipun kami juga melihat dan banyak yang konfirmasi yang sudah dikenakan (kenaikan tarif) sebelumnya sudah juga berdampak, baik di AS maupun pertumbuhan ekonomi di dunia," jelas dia.
 
Akibat perang dagang ekonomi AS diprediksi turun jadi 2,2 persen tahun ini dan 1,9 persen di 2020. Begitupun dengan Tiongkok yang ekonominya ditaksir melambat jadi 6,3 persen di 2019 dan 6,2 persen di tahun depan. Ini tentunya, lanjut Perry, akan menjadi pertimbangan BI mengambil kebijakan ke depan.
 
"Kalau ada perluasan ada risiko pertumbuhan ekonomi dunia lebih rendah. Makanya kami dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin kemungkinan-kemungkinan ini kita lihat karena nanti akan berpengaruh bagaimana reaksi the Fed," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif