Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto : MI/susanto.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto : MI/susanto.

Kemenkop UKM Segera Kolaborasi dengan Startup Milenial

Ekonomi umkm
Ilham wibowo • 22 Januari 2020 05:47
Jakarta: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) memastikan segera memulai tranformasi pengelolaan. Dua pimpinan perusahaan rintisan atau startup garapan milenial dipastikan turut berkolaborasi.
 
Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menerima kehadiran CEO Kreavi Motulz Anto dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung. Kehadiran keduanya jadi bukti kolaborasi bakal dilakukan untuk menyasar bisnis yang saat ini paling digemari kalangan milenial.
 
"Ini bukti bahwa kita terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak pihak, untuk mewujudkan Gerakan UMKM Naik Kelas," kata Teten di kantor Kemenkop UKM, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teten mengatakan wadah ekonomi kreatif yang digawangi Motulz dan Putri Tanjung itu sebelumnya sudah banyak melakukan kegiatan peningkatan kualitas produk UKM dan sudah terhubung dengan media sosial internasional. Kehadiran keduanya sangat diharapkan mempercepat UMKM naik kelas dengan skala yang lebih besar.
 
Menurut Teten, pihaknya juga akan menetapkan lima destinasi unggulan sebagai prioritas, dengan mengembangkan lima produk UMKM unggulan dari masing-masing destinasi tersebut.
 
"Produk-produk unggulan itu diantaranya wisata alam, souvenir, menyuplai supplier untuk hotel, restoran, dan kafe. Termasuk homestay akan kita kembangkan hingga produk seni pertunjukan," ujar Teten.
 

Saat ini ada dua wilayah yaitu Banyuwangi dan Jawa Barat yakni Sukabumi atau Tasikmalaya yang akan dijadikan sebagai pilot project. Adapun daerah yang diprioritaskan yakni wilayah yang memiliki Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
 
"Kalau program di daerah itu sukses, maka akan kita replikasi untuk daerah lain dan kita akan terus mencari model untuk percepatan UMKM Naik Kelas. Apalagi, kita memiliki 71 buah PLUT di seluruh Indonesia," ucap Teten.
 
CEO Kreavi Motulz Anto menjelaskan pihaknya akan menyentuh UMKM dari sisi kualitas produk dan kemasan. Langkah ini juga merupakan ide Putri Tanjung yang ingin agar UKM mendapat sentuhan kreatif dengan melibatkan banyak anak muda yang menggeluti desain.
 
Terkait fokus pada UKM, lanjut Motulz, akan dipilih dan ditentukan pihak Kemenkop dan UKM. "Kita akan membantu UMKM, apakah mau dimulai dari produknya atau daerahnya yang akan diangkat, kita akan susun strategi dan mekanismenya dengan melibatkan banyak anak muda. Itu program jangka pendek yang akan kita lakukan," ujarnya.
 
Motulz mencontohkan, di Tasikmalaya ada perajin dengan produk hijab dan kerudung, sedangkan di Banyuwangi banyak dihuni perajin manik-manik dan perhiasan. Bagi produk UKM yang sudah banyak melakukan penjualan, pihak Kreavi akan membangun satu induk brand yang membawahi produk-produk UKM itu.
 
"Di atas itu, bila ada UKM yang ingin memiliki brand sendiri, ini akan kita bantu. Tapi, sebelumnya, akan kita benahi dulu kualitas kemasannya agar bisa masuk toko bahkan ekspor," tuturnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Putri Tanjung mengatakan, peluang anak muda menjadi entrepreneur sangat terbuka lebar. Banyak bidang usaha yang dikerjakan, terlebih lagi di industri kreatif.
 
"Industri kreatif lagi seru-serunya. Sekarang anak muda melek dengen produk dalam negeri. Mereka anak-anak muda yang kreatif dan dan inovatif dalam menciptakan produk-produknya," kata Staf Khusus Presiden ini.
 
Menurut Putri, anak muda yang terjun ke dunia enterpreneur sebenarnya adalah orang-orang kreatif hanya butuh mentorship bagaimana membuat model bisnis yang benar. Putri berpesan agar anak muda banyak yang terjun ke dunia entrepreneur dan terus membangun kreativitas.
 
"Di era teknologi dan media sosial, pelaku usaha harus adaptif, mau berubah dengan perkembangan yang sangat cepat," ungkap Putri.
 
Membangun bisnis butuh proses, tidak ada yang instan. Kunci utama yakni jangan menyerah dengan inovasi dan kreativitas yang dihasilkan.
 
"Agar anak muda membangun jejaring. Sebab, dari jejaring dapat diperoleh berbagai sumber daya seperti permodalan," pungkas Putri.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif