Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Pemerintah Jangan Ragu Gabungkan Batasan Produksi SKM dan SPM

Ekonomi tembakau cukai tembakau
Media Indonesia • 22 Juli 2019 06:53
Jakarta: Pemerintah diminta tidak ragu menerapkan kebijakan penggabungan batasan produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) meski mendapatkan penolakan dari pabrikan rokok.
 
Menurut peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia Abdillah Ahsan, penggabungan perlu direalisasikan karena pabrikan rokok selama ini telah menikmati tarif cukai murah.
 
"Pengusaha yang protes adalah mereka yang diuntungkan dari kebijakan saat ini. Mereka membayar cukai lebih murah, padahal sama-sama menjual rokok yang menyakiti dan tidak banyak menyerap tenaga kerja," kata Abdillah dalam pesan singkatnya pekan lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan penggabungan tersebut, pabrikan yang memiliki volume produksi segmen SKM dan SPM di atas tiga miliar batang harus membayar tarif cukai golongan I pada kedua segmen tersebut.
 
Jika penggabungan batasan produksi SKM dan SPM tidak segera direalisasikan, Abdillah khawatir angka perokok di Indonesia akan terus meningkat lantaran murah dan mudahnya rokok dijangkau masyarakat.
 
"Semangat penggabungan SKM dan SPM untuk mengurangi perbedaan harga rokok sehingga konsumen tidak bisa beralih ke rokok murah pada saat harga rokok naik," ujarnya.
 
Sebelumnya, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Rofyanto Kurniawan, melontarkan sinyalemen adanya penolakan para produsen dalam menjalankan penggabungan batasan produksi SKM dan SPM.
 
Penggabungan batasan produksi SKM dan SPM sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan 146/2017. Namun, pada Desember 2018 lalu Kemenkeu mengeluarkan PMK 156/2018 yang salah satu isinya menghapus Bab IV pada PMK 146/2017, yang mengatur tentang penggabungan batas produksi SKM dan SPM.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif