Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.

Mentan Ingin Petani Bangun Kemandirian

Ekonomi petani kementerian pertanian
Ilham wibowo • 03 Desember 2019 19:26
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan keinginannya untuk membangun pertanian dengan konsep kemandirian pangan dan tidak hanya bertumpu pada bantuan subsidi pemerintah saja.
 
Empat kabupaten yang tergabung dalam Badan Kerja sama Utara-utara (BKSU) yakni Bone Bolango, Bolaang Mongondow Utara, Gorontalo Utara, dan Buol akan jadi percontohan.
 
"Saya terbiasa menghitung berapa kebutuhannya, sehingga jangan hanya mengandalkan bantuan saja karena tidak ada garansi ke depannya," kata Syahrul di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, proyeksi masa depan pertanian Indonesia ini bukan berarti pemerintah bakal segera meninggalkan bantuan subsidi. Peningkatan kedaulatan pangan perlu kuat sejak dari hulu.
 
"Namun bukan berarti dari pemerintah tidak ada bantuan kepada petani, sebaiknya budayakan untuk bisnis pertanian juga memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," ujarnya.
 
Syahrul menekankan perlunya mendorong petani untuk terbiasa bertanggung jawab untuk mengelola bantuan Pemerintah. Terlebih, saat ini dorongan bakal dilakukan dalam pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian.
 
"Kalau kita kasih bantuan pupuk dan tidak ada peningkatannya untuk apa, harus ada jaminanya dan produktivitas juga harus naik, sehingga data bantuan yang digunakan harus konkrit," tegas Syahrul.
 
Terkait data pertanian dalam pertemuan tersebut Syahrul menyampaikan bahwa dirinya tengah membangun Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) dalam 100 hari pertama, dan dalam level lapangan, pengendalian dan operasionalnya dipusatkan di kecamatan-kecamatan.
 
Balai-balai penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan akan dilengkapi dengan data dan perangkat digital yang bisa memantau kapan dilakukan panen, proses tanam, dinamika pasar dalam dan luar negeri sampai pergerakan alsintan.
 
"Oleh karena itu para Bupati bisa ketemu saya nantinya di sana, semua masalah yang ada di pertanian ada di KostraTani, semua pengendalian sesuai dengan data konkrit, jadi tidak ada yang bohong," ungkapnya.
 
Adapun BKSU yang telah berjalan selama empat tahun ini selain memiliki tujuan untuk mendorong percepatan pembangunan di Kawasan utara Sulawesi dengan prinsip saling membutuhkan, saling mendukung, saling memperkuat. Tujuannya, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat juga untuk mewujudkan keempat daerah ini menjadi kawasan strategis nasional perbatasan negara aspek ekonomi wilayah.
 
Pada kesempatan yang sama, Bupati Buol Amiruddin Rauf menyatakan bahwa saat ini wilayahnya memiliki potensi lahan seluas 150 ribu. Dalam dua tahun ke depan menargetkan Buol menjadi lumbung sapi nasional dengan produksi satu juta ekor sapi.
 
"Kami sangat bergembira karena Pak Menteri Pertanian optimistis dengan program kami, beliau juga akan membantu memenuhi bibit jagung, bibit padi dan juga alsintan tentunya dengan cara subsidi langsung maupun melalui KUR," kata Amiruddin.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif