Ilustrasi Jiwasraya. Foto: MI/Ramdani.
Ilustrasi Jiwasraya. Foto: MI/Ramdani.

Pemerintah Diminta Waspadai Dampak Sistemik Kasus Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Desi Angriani • 10 Januari 2020 17:09
Jakarta: Pemerintah diminta mewaspadai dampak sistemik dari kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kasus tersebut dikhawatirkan menjalar ke asuransi pelat merah lainnya.
 
"Sudah mulai kelihatan karena akan mengular ke asuransi lain," ucap pengamat asuransi Irvan Rahardjo saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Irvan mengungkapkan perusahaan asuransi tak serta merta bisa menebus polis nasabah. Perusahaan tersebut harus mencari dana baru untuk membayar iuran yang sudah diklaim. Hal itu dikawatirkan bakal mengguncang industri asuransi dalam negeri dan berimbas pada investasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu juga akan menimbulkan gejala pondsi karena asuransi itu tidak bisa langsung membayar penebusan polis itu," ungkapnya.
 
Namun demikian, pemerintah dapat mengembalikan kepercayaan investor dengan menjamin seluruh dana nasabah dapat terbayarkan melalui upaya holdingisasi BUMN asuransi maupun penjualan aset. Di sisi lain, kerja sama OJK, BPK dan Kejaksaan juga penting dalam membuktikan kesungguhan pemerintah dalam menangani kasus yang berpotensi sistemik tersebut.
 
"Tentu tapi kalau bisa dilakuakan secara tepat. Tidak ada sandar menyandar antara kekuatan dan semua fokus menyelamatkan nasabah," katanya.
 
Jiwasraya diketahui melakukan rekayasa laporan keuangan sejak 2006. Asuransi pelat merah itu banyak menempatkan dana investasi di saham-saham gorengan. Sebanyak 95 persen dana investasi Jiwasraya ditempatkan di saham 'sampah'.
 
Berdasarkan dugaan awal, total dana yang diinvestasikan di saham gorengan tersebut mencapai Rp5,7 triliun atau 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.
 
Tidak hanya itu, 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk.
 
Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen.
 
Demi mengusut kasus Jiwasraya, Kejagung telah mencekal 10 orang. Mereka adalah, HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT, AS.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif