Ilustrasi UMKM keripik pisang. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi UMKM keripik pisang. (FOTO: dok MI)

Produktivitas Ekspor UMKM Indonesia Masih Rendah di Asia Tenggara

Ekonomi ekspor umkm
Nia Deviyana • 12 Juli 2019 20:09
Jakarta: Keterlibatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia dalam rantai global masih rendah, dibandingkanlima negara di kawasan Asia.Penelitian yang dilakukan Megawati Institute menunjukkan kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih rendah, yaitu sebesar 15,8 persen atau sekitar USD23 miliar dari total ekspor nonmigas.
 
Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Vietnam yang kontribusinya terhadap ekspor sebesar 20 persen dan Thailand 29,5 persen.
 
Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai kurang produktifnya sektor UMKM nasional karena kurangnya akses permodalan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari Rp5.300 triliun total kredit yang dikucurkan bank umum pada 2018, kurang dari 20 persen atau sekitar Rp1.000 triliun saja yang ditujukan bagi UMKM," jelasnya saat mengisi diskusi di Megawati Institute di Jalan Proklamasi No.53 Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Di samping itu, dari kebijakan perpajakan, ada yang justru menyulitkan UMKM untuk menjadi berkembang. Arif menilai tarif pajak yang diberlakukan tidak bisa disamaratakan antara usaha kecil, mikro, dan menengah.
 
"Ada threshold bagi UMKM yang tidak perlu dikenai pajak. Rentang omzet unit usaha yang wajib dikenai pajak UMKM adalah Rp1,1 miliar-Rp4,8 miliar. Sedangkan unit usaha mikro tidak boleh ada yang dikenai pajak," paparnya.
 
Arif menambahkan melalui instrumen kebijakan ekonomi paket empat, perbankan dan bank asing perlu didorong untuk berpartisipasi aktof dalam memberikan permodalan bagi UMKM dan mempermudah proses administrasi agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya.
 
"Indonesia memiliki sekitar 58 juta unit usaha UMKM, atau mencapai 99,9 persen dari total unit usaha yang tersebar di seluruh negeri ini. Banyak dari di antara mereka yang belum memiliki akses pinjaman bank," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif