Ujian Semester Berbasis Andoid (USBA) di SMP Negeri 12 Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo (Foto: Telkomsat)
Ujian Semester Berbasis Andoid (USBA) di SMP Negeri 12 Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo (Foto: Telkomsat)

Meningkatkan Kualitas SDM dan Kesejahteraan via Teknologi

Ekonomi ekonomi indonesia
29 Desember 2018 06:04
Jakarta: Berada di daerah pedalaman bukan lagi halangan untuk tertinggal dari kemajuan teknologi, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan. Pasalnya era digitalisasi saat ini membawa angin segar bagi kemajuan pendidikan Indonesia dalam rangka memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama di daerah yang sulit terjangkau.

Pemanfaatan teknologi, seperti internet dan smartphone sudah mulai merambah ke daerah terpencil yang jauh dari perkotaan. Hal itu dapat dibuktikan dengan terselenggaranya Ujian Semester Berbasis Andoid (USBA) di SMP Negeri 12 Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Pelaksanaan USBA ini terwujud atas bantuan perangkat server dari Telkom Indonesia. USBA menggunakan jaringan internet melalui media satelit (VSAT IP) MangoeSky. Adapun teknologi itu juga bisa dipergunakan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memaksimalkan laju bisnisnya di era digitalisasi sekarang ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Jaringan internet yang difasilitasi MangoeSky dapat menjadi jalan keluar terbaik untuk sekolah, UMKM, maupun masyarakat yang ingin tetap mendapatkan internet di daerah rural dan terpencil," ujar VP Segment 2 Telkomsat Hari Usmayadi, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 29 Desember 2018. Pada 13 Desember 2018, SMP Negeri 12 Wonosari untuk pertama kalinya di Indonesia melakukan USBA. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara mewajibkan siswa membawa smartphone berbasis andoid yang disambungkan dengan koneksi server. Begitu perangkat terkoneksi akan terhubung dengan server pengawas.

"Sehingga jika ada siswa yang keluar dari aplikasi server sebelum merampungkan ujian, akan terdeteksi langsung," ujar Kepala Sekolah SMPN 12 Wonosari Ahman.

SMPN 12 Wonosari berada di lokasi yang jauh terpencil bahkan nyaris terisolir. Melalui terobosan pelaksanaan USBA, menunjukkan terpencil bukan halangan untuk tidak memanfaatkan kemajuan teknologi. USBA sendiri masih asing dilakukan di daerah perkotaan, tetapi pelaksanaannya pertama kali dilakukan di daerah terpencil.

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri digital memiliki potensi ekonomi sebesar USD150 miliar jika bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku ekonomi. Airlangga berharap industri kecil dan menengah turut aktif bermain di sektor ini.

"Kementerian ingin agar ini lebih dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil nasional, atau industri kecil menengah," ujar Airlangga.

Airlangga optimistis hal itu bisa terwujud, apalagi Indonesia memiliki bonus demografi di mana rasio populasi angkatan kerja meningkat dibandingkan dengan non-angkatan kerja. Indonesia setidaknya membutuhkan sekitar 17 juta pekerja yang bergerak di sektor industri manufaktur dan jasa untuk mendorong sektor digital.

"Kalau bonus demografi bisa dimanfaatkan dengan baik, bisa kasih tambahan kontribusi 1-2 persen untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas dia.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi