Illustasi. MI/Ramdani.
Illustasi. MI/Ramdani.

OJK Targetkan Equity Crowdfunding Terealisasi Bulan Ini

Ekonomi ojk ekonomi indonesia fintech
Annisa ayu artanti • 02 Januari 2019 16:15
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penyelenggaraan kegiatan urun dana untuk penerbit berskala UKM atau equity crowdfunding dapat teralisasi bulan ini. Sebab, aturan mengenai equity crowdfunding telah selesai dan tinggal menunggu harmonisasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi menjelaskan equity crowdfunding mirip seperti pencatatan saham di pasar modal tetapi tidak seketat dan serumit IPO.  Equity crowdfunding bisa menjadi alternatif sumber pendanaan bagi pelaku usaha kecil atau rintisan (start up) untuk permodalan.

"Nanti ada urun dana pihak-pihak tertentu untuk kegiatan tertentu yang mekanisme tidak seketat IPO," kata Fakhri ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Equity crowdfunding akan berperan seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam skala yang lebih kecil yang akan mempertemukan perusahaan penerbit saham dengan investor. Nantinya badan equity crowdfunding akan diawasi langsung oleh OJK. "Ini untuk urun dana mirip seperti IPO tapi menyasar lebih kecil di bawah Rp10 miliar (ekuitasnya). Pengawasannya nanti di bawah OJK bukan bursa," ujar dia.

Fakhri berharap realisasi equity crowdfunding bisa dilakukan bulan ini karena peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai equity crowdfunding sudah terbentuk, hanya menunggu harmonisasi dan pengesahann Kemenkumham.

"Realisasi mudah-mudahan bulan ini," pungkas dia


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi