Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Industri Hotel dan Pariwisata Terpukul Kenaikan Tarif Pesawat

Ekonomi hotel pariwisata indonesia
Eko Nordiansyah • 11 Februari 2019 16:44
Jakarta: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai kenaikan tarif pesawat memberikan dampak negatif terhadap industri hotel dan pariwisata nasional. Padahal sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang devisa yang berkontribusi positif terhadap perekonomian.
 
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, penurunan sektor pariwisata bisa dilihat dari tingkat keterisian kamar hotel (okupansi) yang juga anjlok. Tahun lalu okupansi hanya sekitar 55 persen, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 56 hingga 57 persen.
 
"Kalau (kenaikan) tiket bermasalah ini diteruskan itu juga akan drop ke kurang dari 55 persen. Kita belum tahu drop di berapa," kata dia ditemui usai Rakernas IV 2019 sekaligus memperingati HUT ke-50 Tahun PHRI di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin, 11 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya memperkirakan okupansi untuk tahun ini diperkirakan sama dengan tahun lalu karena adanya penambahan jumlah kamar. Namun jika kenaikan tarif pesawat tidak diatasi oleh pemerintah, maka penurunan okupansi hotel akan lebih dalam lagi.
 
"Sekarang saja dalam keadaan low season teman-teman (PHRI) melaporkan range-nya antara 20 sampai 40 persen turun okupansinya. Kalau kita analogikan sama penurunannya berarti akan ada drop (okupansi) di akhir tahun 2019 antara 20 antara 40 persen," jelas dia.
 
Meski begitu, PHRI akan mendukung program pemerintah untuk mengembangkan pariwisata sebagai salah satu sumber devisa. Pada 2018 lalu, PHRI memperkirakan terjadi peningkatan 20 persen devisa pariwisata atau senilai USD20 miliar, dibanding 2017 senilai USD16,8 miliar.
 
"Apalagi di usia yang matang ini kami dengan segenap jaringan dan pengalaman yang ada akan membuat PHRI sebagai perhimpunan yang berisi pemain-pemain perhotelan yang professional dapat menciptakan kualitas akomodasi dan restoran Indonesia memiliki kelas di tataran regional," pungkasnya.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi