Mewaspadai Jenis Investasi Bodong
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Jakarta: Investasi menjadi hal yang berperan penting dalam keuangan. Namun Anda harus waspada sebelum berinvestasi. Pelaku investasi harus mengenali terlebih dahulu dengan baik instrumen investasi yang akan dipilih sejak awal.

Investasi menjanjikan hasil yang bisa Anda peroleh di masa mendatang. Kehidupan di masa depan pun otomatis terjamin, apalagi jika Anda berada di usia yang tidak lagi produktif. Inilah menjadi salah satu alasan mengapa investasi menjadi penting untuk dilakukan.

Ada banyak jenis investasi yang bisa Anda lakukan, sehingga setiap orang bisa memilih dan melakukan investasi pada instrumen yang dianggap paling tepat. Investasi dapat dilakukan baik dalam bentuk benda yang tak bergerak seperti properti maupun investasi di sektor keuangan, baik itu deposito, saham, investasi online P2P lending, dan lain-lain.

Walaupun sebagian besar investasi emas dikelola oleh berbagai perusahaan investasi online yang terjamin, sejumlah risiko akan selalu hadir di dalam setiap instrumen investasi. Hal yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami para calon investor sejak awal, agar dapat diatasi dengan baik dan dikelola dengan tepat di kemudian hari.

Salah satu risiko dalam melakukan investasi adalah terjebak dalam investasi bodong. Meski investasi bodong bukan lagi hal asing, namun masih saja banyak orang yang menjadi korban. Bahkan tak main-main, kerugiannya dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran per orang.

Untuk itu, penting untuk mengenal dan memahami karakter dan sistem setiap jenis instrumen investasi bodong, mengingat banyak risiko penipuan yang bisa saja terjadi setiap saat. Manager Business Cermati.com Kennadi memaparkan lima model investasi bodong yang saat ini sudah banyak menjerat dan menimbulkan kerugian bagi para calon investor.

Sebagai pertimbangan, Anda bisa memilih bank atau lembaga keuangan penyedia layanan investasi emas yang sudah terdaftar di Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).




Investasi Emas Palsu

Banyak orang tertarik untuk memperoleh keuntungan dari investasi ini. Sehingga banyak yang tidak ragu menginvestasikan dananya dalam jumlah besar. Dalam penipuan emas palsu ini, umumnya pelaku akan memberikan tawaran menggiurkan kepada para korbannya dengan keuntungan yang luar biasa besar hingga berkali lipat.

Selanjutnya korban akan diminta untuk menyetorkan sejumlah dana investasi, yang kemudian dipercaya jika uang tersebut ditukarkan dengan sejumlah gram emas. Investasi ini biasanya menjanjikan emas terjual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya, terkadang harga jualnya juga bisa menjadi sangat tinggi.

Emas yang ditawarkan ini bisa dalam bentuk emas batangan, emas perhiasan, bahkan koin emas. Namun apapun bentuknya, semua emas yang ditawarkan oleh investasi bodong adalah emas palsu dan pada umumnya hanya terbuat dari logam kuningan biasa, yang tidak bernilai dan bahkan tidak laku untuk dijual kembali.

Umumnya, investor akan tergiur dengan harga yang murah, maka orang tidak segan-segan untuk membelinya dalam jumlah banyak.  Bisa dibayangkan berapa banyak jumlah kerugian yang akan ditanggung para korban investasi bodong ini.

Investasi Agrobisnis

Untuk jenis investasi satu ini, bukan lagi tergolong jenis investasi baru, namun penipuan dalam bentuk investasi agrobisnis ini masih sering terjadi di masyarakat. Jumlah kerugian yang ditanggung oleh para korban juga terbilang cukup besar, mengingat dana yang dibutuhkan untuk membeli dan juga untuk mengelola sebuah lahan agrobisnis bukanlah nominal kecil.

Praktik penipuan yang satu ini cukup ramai terjadi beberapa tahun yang lalu, di mana para pelaku akan meminta korbannya untuk menginvestasikan sejumlah dana ke dalam agrobisnis yang mereka kelola.

Hal ini biasanya akan disertai dengan sejumlah proposal dan beberapa alat pendukung lainnya yang dapat membuat para korban tergoda dan mau menanamkan dananya. Setelah korban menyetor dana tersebut, kemudian korban akan menerima surat kepemilikan lahan.

Dalam perencanaannya, lahan ini seolah olah dikelola dan ditanami oleh para pelaku penipuan investasi hingga menghasilkan keuntungan bagi investor (korban). Namun di dalam kenyataannya, lahan tersebut tidak pernah ada, begitu pula potensi keuntungannya.

Investasi Pemindahan Warisan

Jenis penipuan berikutnya bisa dilakukan melalui layanan internet ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari luar negeri. Meskipun juga ada kemungkinan jika pelaku berasal dari orang dalam negeri.

Kegiatan ini biasanya akan diawali dari percakapan melalui media sosial atau bahkan email, di mana para pelaku akan mengaku jika memiliki sejumlah warisan atau dana dalam bentuk lain yang masih tertahan (belum bisa dicairkan), dan warisan atau dana tersebut hanya bisa dicairkan jika kepemilikan aset dialihkan ke Indonesia (kepada korban).

Pencairan dana inilah yang menjadi kesempatan bagi pelaku untuk menguras sejumlah dana dari korbannya. Biasanya pelaku akan meminta korban mengirimkan sejumlah uang untuk biaya pencairan warisan tersebut, lalu korban akan di beri iming-iming sejumlah keuntungan yang cukup besar.

Keuntungan yang ditawarkan ini juga cukup beragam, mulai dari sebesar 10 sampai 30 persen dari warisan tersebut.  Untuk itu, korban akan mengirimkan sejumlah dana yang diminta tersebut.  Jumlahnya biasanya mulai dari ratusan atau juga hingga ribuan dolar AS. Setelah menerima dana dari korbannya, pelaku tersebut akan menghilang tanpa kabar.

Investasi Perburuan Harta Karun

Tidak hanya terjadi di luar negeri saja, jenis penipuan yang satu ini juga sering kali ada di dalam negeri. Harta karun yang dimaksudkan di sini adalah kepemilikan harta atau aset berharga dan bernilai tinggi, seperti pusaka, perhiasan, keris dan yang lainnya.

Untuk merealisasikan praktik ini, biasanya pelaku akan mengaku sebagai orang pintar dan meyakinkan korbannya atas harta karun tersebut. Lokasi harta karun ini juga bisa saja berbeda-beda antara satu korban dengan korban lainnya, misalnya di lahan tertentu, di kantor, di rumah.

Selanjutnya, pelaku akan meminta korban untuk memberi sejumlah dana, untuk dana persiapan, atau kebutuhan lainnya. Namun di dalam praktiknya, setelah korban memberikan sejumlah dana yang cukup besar, harta karun yang dijanjikan tersebut tidak pernah ada.

Investasi Penggandaan Uang

Kasus yang satu ini juga menjadi salah satu penipuan yang paling sering terjadi. Sejumlah orang bisa saja tertipu dengan kegiatan penggandaan uang ini, sehingga korban menyerahkan sejumlah dananya kepada pelaku. Dengan harapan, mereka akan memperoleh hasil dari penggandaan uang.

Kegiatan ini biasanya pada awalnya cukup meyakinkan, sehingga korban tidak akan ragu untuk menyetorkan dana dalam jumlah yang lebih besar lagi. Namun pada akhirnya dana yang disetorkan itu tidak akan pernah memberikan keuntungan, bahkan tidak kembali.

Untuk investasi bukan lagi hal yang asing, namun untuk bisa mendapatkan investasi yang sesuai, Anda harus meneliti dulu, jangan sampai tergiur dengan keuntungan yang besar namun ternyata hanya penipuan. Semoga berhasil.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id